Story cover for Senja by Nrpzh_241
Senja
  • WpView
    Reads 255
  • WpVote
    Votes 78
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 255
  • WpVote
    Votes 78
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Mar 27, 2019
Katanya senja identik dengan seseorang yang datang membuat nyaman lalu pergi begitu saja tanpa pamit?

Katanya senja tidak pantas untuk orang yang patah hati, benarkah?

Menurutku itu semua salah, sebab senja akan datang lagi dan menemui langit. Senja sebenarnya untuk mengobati orang yang patah hati sepertiku ini, karena dengan warna jingganya orang yang patah hati akan merasa lebih tenang dan damai
All Rights Reserved
Sign up to add Senja to your library and receive updates
or
#404segitiga
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Senja dan Jingga  cover
Jendela Rasa ✔ cover
Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT] cover
SENJA KITA (Halilintar X Readers) ✔️ cover
Aspettare cover
Seperti Senja [COMPLETED] cover
TUHAN PELUK AKU SEBENTAR SAJA cover
Senja dan Langitnya cover
Langit. cover
Diary [COMPLETED] cover

Senja dan Jingga

7 parts Ongoing

Senja itu indah, bukan? Dia terlihat menenangkan, damai, namun apa yg kita tahu lebih dari itu? Mungkin saja dia menyimpan emosi, dan kesedihan di dalamnya? Dan jingga, dia tak akan lepas dari senja. Senja dan Jingga yang ditakdirkan harus tetap bersama, saling melengkapi oleh semesta. Tanpa jingga, tidak akan ada yang namanya senja, dan tanpa senja, jingga pun tidak bermakna. Mereka akan sempurna saat bersama. Namun, ini bukanlah tentang senja berwarna jingga yang berada di atas langit sana--mereka hanyalah seorang kakak-adik yang saling melengkapi. Tentang Jingga--sang kakak yang harus menjadi tulang punggung keluarga, jadi ayah serta ibu untuk adiknya, dan harus tetap kuat disaat jiwa dan raganya sudah lelah. Semua itu hanya demi satu orang--adiknya. Senja. Senja terlahir tidak normal seperti anak-anak lainnya. Dia memiliki gangguan spektrum autisme hingga seringkali Jingga merasa cemas saat harus meninggalkan sang adik. Tak ada kerabat yang peduli, bahkan ayahnya pun lepas tangan, ia jarang sekali pulang. Kalaupun ia pulang, hanya untuk menuntut uang pada Jingga--untuk berjudi dan mabuk-mabukan. Di tengah kerasnya kehidupan Di tengah kejamnya dunia Akankah Jingga menemukan cahaya bersama Senja? Ataukah Jingga dan Senja akan tenggelam, hilang ditelan langit yang gelap?