GRAVITASI

GRAVITASI

  • WpView
    Reads 10,507
  • WpVote
    Votes 920
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 21, 2020
Sebuah fenomena tentunya, gravitasi memiliki sebuah arti yang terjadi antara dua benda dengan massa. Gravitasi ini selalu menarik benda-benda ke arah satu sama lain. Semakin besar massa benda, semakin kuat pula gaya gravitasinya. Begitu pula dengan Aksa, ia memiliki paras bak dewa yunani. Semua orang akan selalu terkesima dengannya dan tertarik oleh sebuah magnet besar yang disebut, gravitasi. Aksa sang dewa gravitasi itu. Kesempurnaan selalu melekat pada dirinya, tak jarang semua orang rela jatuh ke gravitasinya. " Gue harap, gue ga kenal lo Sa " ucap Beby dengan mata yang berkaca-kaca dan sebuah kalimat menyakitkan.
All Rights Reserved
#101
fans
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • 𝐄𝐥𝐝𝐢𝐫𝐚 || [Greshan]
  • LOVE MAZE - (V BTS)
  • Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
  • Gravity
  • Because I'm Stupid (End)
  • CINTA BEDA KARAKTER
  • Gajelas(chanbaek)(gs)END✔✔
  • AKSARA ( ON GOING )

"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines