MONOKROM

MONOKROM

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 11, 2024
Pernah suatu kali aku merasa amat sangat sepi. berteman dengan sepi bersahabat dengan sepi merasa amat sangat nyaman bersama sepi. iya, aku ini kesepian. aku hampir lupa caranya tersenyum... aku hampir lupa bagaimana caranya tertawa... aku hampir lupa bagaimana rasanya dingin dikala hujan... aku hampir lupa bagaimana rasanya panas dikala terik... tidak cukup menarik untuk menoleh kebelakang... tapi ntah mengapa, lukanya masih amat sangat terasa. cukup enggan untuk mengenang semua yang sudah terjadi... tapi ntah mengapa seputaran memory selalu berputar disaat dimana aku pun enggan mengingatnya. bukan sebuah keajaiban, namun bisa dikatakan demikian. aku masih berdiri disini. dengan residu yang aku miliki. berharap seseorang datang membawa kehangatan yang membuatku sadar akan dinginnya udara di saat hujan turun... yang membuatku sadar akan bahayanya kesepian seorang diri... yang membuatku sadar akan indahnya bunga-bunga ditaman saat mereka semua sedang mekar... yang membuatku sadar akan monokrom yang harus berubah menjadi warna warni... monokrom...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SasuHina - Love Story
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • SasuHina - I Knew I Love You
  • Why?? Kumpulan Cerpen✔
  • pernah yang tak kan terulang kembali(love story from the author)
  • Fairy For Daddy
  • HATI💔 YANG TERPILIH
  • You And I
  • my story

Aku terus menahan semua yang ada di hati dan pikiranku. Mencoba tersenyum di depannya meski tidak tulus. Badai.. Ada badai di hatiku yang berkecamuk. Begitu menyakitkan, membuatku muak. Aku tak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Kenapa sakitnya tidak mau hilang.. Kenapa rasanya begitu menyakitkan..

More details
WpActionLinkContent Guidelines