Kenangan Ampas Kopi

Kenangan Ampas Kopi

  • WpView
    مقروء 1,330
  • WpVote
    صوت 102
  • WpPart
    فصول 45
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: جمعة, أبريل ١٩, ٢٠٢٤
Tak kenal maka tak sayang,perkenalkan gw penulis pemula yang baru belajar untuk menuangkan setiap kisah menarik dalam hidup gw lewat sebuah goretan cerita(lebih tepatnya ketikan),ataupun puisi dan beberapa sajak pendek.jadi gw minta maaf kalau bumbu-bumbu dalam ceritanya masih kurang,dan bahasanya masih abstrak,karena cerita ini emang murni keluar dari otak dan langsung gw tulis. tiap bab disini berisi cerita,puisi,sajak pendek yang berbeda-beda setiap babnya,dan rasa yang berbeda juga,tapi yang pasti sebagian besar cerita berisi pengalaman pribadi,tapi dengan sedikit pengubahan dan pengembangan.Jadi I hope you will enjoy the story!!!
جميع الحقوق محفوظة
#2
noending
WpChevronRight
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • Kumpulan Cerpen
  • SHORT STORY
  • JAM 3 SORE
  • TIAP-TIAP PUNYA MASING MASING
  • Kumpulan Cerita Pendek
  • SHORT STORY ABOUT LOVE
  • Short Story
  • Diary hati:)

Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى