that smile

that smile

  • WpView
    reads 17
  • WpVote
    Stemmen 2
  • WpPart
    Delen 3
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd vri, apr. 12, 2019
Akutau, aku sadar diri. Fakta psikologis mengatakan kalau kita suka ama orang lebih dari 5 bulan, itulah yang dinamakan jatuh cinta. Tapi bagaimana yang kualami? Aku sudah menyukainya lebih dari 3 tahun. Ini cinta? Bukan, tapi ini sayang. Aku menyukainya. Tapi aku hanya berbicara dengan nya bila ada perlu aja. Bahkan mungkin dia nganggap aku sebagai orang asing. Tak pernah bertegur sapa. Its hard to catch him. Aku berjanji akan bersamanya, walaupun aku sekarat bahkan mati. i hope he's my mr. right. -based on author's life stories.
Alle rechten voorbehouden
#518
teenlove
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • DENTING  [Revisi]
  • Rannia√
  • ON SIGHT (Completed)
  • Almost is Never Enough
  • Hai Darel!
  • TROUBLE MAKER (OPEN PO)
  • Eliinaa
  • Skysha
  • ANGKASA [Sequel Sekasa] (COMPLETED)
  • Dear You

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen