SONIA 💚

SONIA 💚

  • WpView
    Membaca 411
  • WpVote
    Vote 46
  • WpPart
    Bab 11
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Des 13, 2019
Prolog 🍇 Kenalkan nama gue Sonia gue Suka sekali menulis cerita di hp gue,Krn kalau gue lgi kesel sama mama atau pun same abg gue pastinya sih gue Curhat tapi gue curhatnya Bukan sma teman melainkan gue curhat di buku diary gue yg ada di hp gue.Btw gue lupa nih kenalkan ini mama gue yg paling cantik Ananda dan ini papa gue Erig Wijaya,dan ini abg kesayangan gue yaituuuu Bisma.Gue dulu pernah bilang sama mama kalau gue mau adik tapi mama nggak pernah respon mungkin mama udah bahagia kalii sma gue sama abg gue yg terkece itu.oh ya hari ini gue mau pindah ke jakarta krn papa gue di pindah tugaskan ke jakarta,walau berat sih ninggalin kota yg di mana kenangan"indah terukir di kota Bandung. Dan akhirnya gue sampai juga di jakarta,gue sama abg gue berebut milih kamar padahal kamar ny sama aja,setelah gue dpt kamar gue,gue pun langsung membereskan barang"gue.Selesainya gue membereskan mama nyuruh gue tidur krn bsk gue mulai msk sklh.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Bawa Aku Pulang (End)
  • East sky first love
  • Lee Cute Jeno: Shorts 2
  • kenapa harus kapten basket yang jadi suamiku
  • A Sloppy Girl's Diary
  • Tentang Ashel
  • HIGH SCHOOL ( END ).
  • Decoration of Seven Loves
  • JODOH RAHASIA ALLAH
  • KOMPLEK PERMATA | Renjun Harem ft. JiChen

By a True Story Tentang dua anak muda yang menghabiskan waktunya bersama di masa putih abu-abu. -- Ponselku bergetar. Layarnya menyala terang. Nama Widya muncul di sana. "Za. Belum tidur?" Tanyanya dalam pesan itu. Aku melirik jam yang terdapat di sudut kanan atas layar ponsel, mendapati kini sudah jam dua pagi. "Belum, kenapa, Wid?" Aku bertanya balik. "Temenin gue teleponan dong! Gue enggak bisa tidur, nih." Sebenarnya, walau berada di kamar, aku sedang sibuk bekerja dengan komputerku. Namun, sejak mengenalnya delapan tahun lalu, aku selalu saja tidak bisa menolak permintaannya. "Oke." Balasku singkat sebelum akhirnya ponselku berbunyi, ada telepon masuk darinya. "Masih kerja?" Terdengar suaranya di sebrang sana. "Udah selesai, kok." Aku terpaksa berbohong. Padahal, aku mengesampingkan pekerjaanku untuknya. "Kenapa? Kok susah tidur? Emangnya mikirin apaan?" "Enggak tau, nih. Akhir-akhir ini, rasanya susah banget tidur cepet." "Lu kebanyakan tidur siang kali? "Bisa jadi, sih. Soalnya gue tidur bangunnya agak siang. Hahaha. Omong-omong, gue ganggu, enggak?" "Ganggu? Enggak, kok." "Emang lu lagi di mana, Za?" Tanyanya. "Di kulkas." "Hahaha." Ia tertawa. Aku selalu suka mendengar tawanya. "Serius ih! Lu lagi di mana?" "Di rumah, Wid. Kenapa, sih?" "Gapapa, nanya aja." Balasnya. "Oh iya, selain kerja, lu sibuk apa lagi deh akhir-akhir ini, Za?" Tanyanya padaku. Entah apa jawabanku atas pertanyaan itu. Yang jelas, aku bicara dengannya cukup lama. Mulai dari membicarakan soal kesibukan selain pekerjaan, sampai akhirnya membicarakan masa-masa SMA, dulu. Iya, Widya adalah temanku saat masih SMA. Aku mengenalnya sejak delapan tahun lalu. Aku ingat bagaimana aku mulai mengenalnya waktu itu.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan