Kepingan Serpih

Kepingan Serpih

  • WpView
    Reads 239
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 11, 2020
"kurasa kita tak benar-benar bersenang-senang". Ia membuang puntung tembakaunya. "kesenangan ini mungkin hanya sebuah tuntutan. Kita butuh ruang kembali. Kembali seutuhnya, tanpa beban". Aku mengerutkan alis. Perkataannya membuatku harus berpikir apa yang dimaksudkannya. "aku sungguh tak mengerti" "begini, apa kamu masih merasakan lelah?" tanyanya. "ya tentu. Semua orang pasti pernah merasakannya". "artinya kita belum bersenang-senang. Semua ini hanya penebus kelelahan. Kita baru membayar, belum mendapat untungnya". Apa ini masalah ekonomi atau filosofi sesuatu, aku tak tahu. Pembicaraannya sangat berbeda dari biasanya dan terasa berat. "makanya kita butuh ruang kembali. Kembali seutuhnya seperti anak-anak".
All Rights Reserved
#26
alifia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MAFIA VS MUSLIMAH
  • Z A L E R A
  • Dusk In Your Eyes
  • Jodoh Untuk Adel (END)✅
  • SENJA UNTUK ALESHA
  • Ayesha Transmigration
  • Cinta Tapi Cinta?
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • Cinta Dalam perjalanan Takdir (Tidak Lanjut)

⚠ Cerita mengandung adegan kekerasan. (SUDAH TERBIT) beberapa part sudah di hapus. "Aku mengira bahwa kisah kita akan menjadi bahagia, aku mengira kau hanya menyimpan sedikit rasa bersalah karena telah memilih ku menjadi istri mu. Namun, kini pandanganku terbuka, kau menikahi ku hanya karena ingin mengejar tujuan mu. Lalu bagaimana dengan diriku, mengapa aku harus jatuh sangat dalam di dalam cinta mu, jika bisa waktu di putar kembali, aku berharap bisa menjaga hati ini agar tak jatuh padamu. Dan kini aku tahu, betapa pahit nya hidup di dalam kenyataan yang menyakitikan." - Zahra Al-Kahfi. "Tak ada yang perlu di salah kan di dalam kisah kita, ini hanya tentang kamu dan aku, bagaimana takdir mempermainkan hubungan kita, aku bersalah dan seseorang juga bersalah. Bertahun-tahun aku mencari jawaban, berusaha memecahkan teka-teki yang ia buat. Dan ketika semua nya terungkap, penyesalan yang aku terima, kini aku percaya dengan pepatah 'Penyesalan datang di akhir.' Jika tuhan mengizinkan, aku berharap jika diri yang penuh dosa ini dapat memeluk mu kembali, dan ketika aku mendapatkan hati mu kembali, tak akan pernah aku lepaskan hingga nanti jiwa ini berpulang ke tempat asal nya." - Jordi Al-Furqon. (When mafia meet muslim girl)

More details
WpActionLinkContent Guidelines