Ratnamaya : Permata yang Hilang

Ratnamaya : Permata yang Hilang

  • WpView
    Reads 333
  • WpVote
    Votes 58
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 19, 2019
WpInfo
Fiction
Science Fiction
Genre : Fiksi ilmiah dan romance ala remaja Bagaimana rasanya menjadi biru diantara merah? Seperti aku yang akhirnya diasingkan. Bagaimana jika lagu pengantar tidur ibumu adalah sebuah kunci dari permata yang hilang? Bagaimana jika teman khayalan dalam mimpimu, kini menjadi seorang yang sangat dekat dalam kehidupan nyatamu? Bagaimana jika kau ditugaskan untuk menjaga sebuah hal yang sangat berharga yang bisa menghancurkan dunia? Sudahlah, lupakan semua pertanyaan itu. Biar aku saja yang mengalaminya. Awalnya aku hanya bermain-main disebuah tempat yang sangat menakjubkan. Hingga aku bertemu dengan Adnan, seseorang yang akan membuatku membuka mata mengenai alasan aku dilahirkan. Disini, kami akan mengalami petualangan di negeri antah berantah dengan segala hal yang hebat didalamnya. Perkenalkan, namaku Adara, seorang penjaga Ratnamaya.
All Rights Reserved
#63
pulau
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • in ROOM
  • Lucid Dreamer
  • Bangkitnya Sang Penjaga Untuk Memulihkan Alam Yang Hilang [END]
  • My Angel
  • Memories Of Us [TAMAT]
  • PARA PENJAGA [SELESAI]
  • Kota Bandung Dan Kita
  • REX-Nya ALA [TERBIT]
  •  Gadis Bergaun Biru
  • GRIZLEN {On Going}
in ROOM

Apa yang kau lakukan jika setiap harinya kau terbangun di ruangan yang tidak kau kenal di dalam sebuah fasilitas layaknya seorang pasien-tahanan? Apa yang kau lakukan jika ada rentang memori yang hilang dalam benakmu? Apa yang kau lakukan jika kegiatanmu dalam delapan jam kedepan akan kau lupakan meski kau tak berniat untuk itu? Dan apa yang kau lakukan jika petunjuk yang kau punya hanya tiga kalimat yang terus berdengung dalam kepalamu, 'Ada sesuatu ditubuhmu.' 'Kau lihat, jangka waktu memorinya hanya sekitar tujuh jam.' 'Terlalu berbahaya membedah otaknya.' Aku mengalaminya... Entah berapa tahun aku seperti ini, dan aku bahkan tak pernah melihat wajahku lagi sama sekali. Tidak ada cermin, tidak ada petunjuk waktu yang jelas, dan tidak ada istriku disini. Dan itu terjadi hari demi hari. Hingga suatu hari, kesempatan untuk 'cari tahu' itu datang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines