Him
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 29, 2019
Tidak ada yang bisa ia tatap, Tidak ada yang bisa ia genggam, Tiada tempat bersandar selain Tuhan, Sendiri, Bersama hembusan angin, Bersama suara rintikan hujan yang menenangkan batin, Raesya Zeline Pratista, dengan segala kesabarannya, menjalani kehidupan yang menguji hatinya, Hingga seseorang datang, membawa kepercayaan yang merubah hidupnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 31 Months for You (Revisi)
  • Fantasy Boys
  • Cause No Body's Perfect
  • After he left
  • Umbrella and Rain
  • L'espace vide
  • A Kuadrat
  • Joan bukan tuhan || Jisung [END]
  • Dia Semesta
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan

"Tidak semua cinta harus disuarakan. Tidak semua harap harus digenggam. Kadang, mencintai diam-diam adalah satu-satunya cara bertahan." Alia tidak pernah menyangka bahwa satu tatapan singkat di awal masa kuliahnya akan mengubah segalanya. Septian, lelaki dengan sorot mata tenang dan senyum yang jarang muncul, perlahan tumbuh menjadi pusat semesta kecil di dalam hatinya. Selama tiga puluh satu bulan, Alia menyimpan rasa itu sendiri. Dalam doa-doa sepertiga malam. Dalam senyum pura-pura. Dalam perasaan yang tak berani ia akui, bahkan pada dirinya sendiri. Namun ketika kedekatan itu mulai tumbuh, semesta justru menguji dengan luka lama, rasa minder, dan kenyataan bahwa tidak semua yang kita doakan bisa kita miliki. Ini adalah kisah tentang cinta diam-diam, perasaan yang tumbuh tanpa janji, dan perjuangan mencintai diri sendiri di tengah luka yang belum sembuh. Pelangi di Balik Hujan Rindu bukan sekadar romansa. Ia adalah perjalanan tentang harapan, kehilangan, dan keberanian untuk melepaskan... meski hati belum benar-benar rela.

More details
WpActionLinkContent Guidelines