Devina

Devina

  • WpView
    Reads 130
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 4, 2019
WpInfo
Non-Fiction
Devina putri lubis dia seorang anak remaja yang tidak pernah mendapatkan perhatian dari orang tuanya.. Orang tua mereka terlalu sibuk dengan bisnis nya atau teman sosialita. Jansen lubis dan thalita lubis selalu bertengkar hanya karna masalah sepeleh dan itu membuat devina jengah. "STOP!" Teriak devina yang melihat orang tua nya adu mulut, devina sangat pusing melihat pertengkaran orangtuanya. "Bisa ga ma pa sehari ga berantem! Devina cape ma pa ngeliat kalian berantem terus entah itu sebab nya apa devina ga tau" ucap nya menahan air mata agar tidak keluar. "Devian pusing mau ke atas dulu pa mah" ucap nya seraya menaiki tangga Masih proses pembelajaran mohon dimaafkan jika ada kata yg kurang menggenakan 🙏
All Rights Reserved
#532
karina
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're The Rain I (the injuries sustained) [HIATUS]
  • Different
  • ALRIN
  • KEYSHA
  • DEVINO || END
  • apa itu keluarga?
  • Another Pain (END) ✔
  • Elvio ||on going||

|Nyatanya saya sendiri yang berjuang dan endingnya adalah kamu pergi setelah yang saya perjuangan. Jika memang begitu let's see karma, dude.| -Rianna Louis Gabriella "gue bingung na, saat lo mutusin buat pergi dari hidup gue rasanya semua gelap. Gak ada yang harus gue perjuangin buat hidup." Lirih devanno. "lo hidup bukan buat gue aja no, lo bisa buka mata lo lebar lebar and see? Di sekitar lo ada orang orang yang jauh lebih sayang dan harusnya itu bisa jadi alasan lo buat bertahan dan bangkit". Ucap Anna. Devanno menggelengkan kepalnya cepat, Anna tidak mengerti apa yang devanno inginkan. Anna tidak pernah tahu sulitnya melewati hidup tanpanya. Seketika Devanno menggenggam tangan Anna dengan erat. "gue bakal bikin lo jatuh kepelukan gue lagi na, gue gak bakal biarin lo sama yang lain, lo bisa hitung waktu dari sekarang" ucap Devanno dengan serius. Anna hanya terdiam meresapi kalimat demi kalimat yang di ucapkan Devanno. Hingga Anna sadari Devanno sudah hilang dari hadapannya. "Lo gak bisa seenaknya no, gue udah gak mau". Ucap Anna mantap dan tegas. Anna menatap vanno dengan tatapan tajam dan serius. Setelahnya Anna pergi ditemani airmata yang terus mengalir dari pelupuk matanya. [Jika yang kamu mau aku dapat karma, aku bisa apa? Let's See, Honey. Semoga tuhan tidak berpihak padamu]- Devanno Guetta

More details
WpActionLinkContent Guidelines