TITIK, KOMA

TITIK, KOMA

  • WpView
    Reads 416
  • WpVote
    Votes 118
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 13, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Pandu menarik tangan Sera kasar hingga kaki gadis itu melesat. Tanpa basa-basi, Pandu mengeluarkan beberapa lembar foto dan melemparkannya ke wajah Sera, sehingga membuat gadis itu tertegun. "Kalo selama ini lo masih nganggap gue cuma sebagian dari diri Arga, lo salah." Pandu tersenyum sarkastis, hal yang paling Sera benci. Sera melihat lembaran foto yang sudah berserakan dibawah kakinya, itu adalah foto kenangan saat Sera dan Arga foto box berdua, disitu keduanya tersenyum lepas dan bahagia. "Gue bisa jelas-" "Jelasin kalo lo masih gabisa lupain Arga Ser?" Potong Pandu terlebih dahulu dengan nada tinggi. "Kepercayaan gue, ternyata lo salah gunakan Ser." "Ga gitu ndu!!" Balas Sera berteriak.
All Rights Reserved
#963
puitis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bara dan Biru
  • MyBoyfriend Is Rude
  • CasPer (completed)
  • Sikampret & Sitengil [COMPLETED]
  • Strong Woman (Good Waketos)
  • Hi Cold Prince
  • Numbness (selesai)
  • ANGKASA [END]
  • I'M HURT!
  • My Psycopath Man (Sudah Terbit)

"Saya suka kakak." Kata-kata itu terlontar dari bibir mungil milik Biru. Jantungnya berdegub sangat cepat. Telapak tangannya basah karena keringat. Kaki lemasnya dipaksa untuk tetap berdiri tegak dihadapan laki-laki jangkung itu. "Saya nggak bisa jadi pacar kamu, maaf." "Tapi saya nggak meminta kakak untuk jadi pacar saya. Saya hanya mengungkapkan apa yang selama ini saya rasakan. Dan sekarang, saya lega sudah mengungkapkan. Terimakasih atas waktunya kak. Maaf mengganggu." Setelahnya Biru pergi, meninggalkan laki-laki itu di halaman belakang sekolah. Tempat Biru menyatakan perasaannya. ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines