Story cover for Triangulum by remahanrengginang2
Triangulum
  • WpView
    LECTURAS 400
  • WpVote
    Votos 77
  • WpPart
    Partes 14
  • WpView
    LECTURAS 400
  • WpVote
    Votos 77
  • WpPart
    Partes 14
Continúa, Has publicado mar 30, 2019
Bunda,
Rigel mencintai bunda tak ada batasnya,
Aku tak akan membagi  rasa sayangku kepada siapaun jika itu yang bunda mau.
Tapi bunda, Rigel lelah.
Rigel memang bersyukur mempunyai ibu sekuat bunda,sehebat bunda, seperhatian bunda.
Bun,bagaimanapun rigel ini seorang anak.
Pasti haus akan kasih sayang,
Bukan,bukan kasih sayang seorang ibu.
Tapi, seorang ayah?
Bunda selalu bercerita ayah itu seseorang yang sangat hebat,tampan, dan pantang menyerah serta orang yang bertanggung jawab.
Aku tau bun,tanpa bunda kasih taupun aku bisa lihat dari binar mata bunda setiap bunda menceritakan ayah.
Hingga aku benar-benar mengidolakan sosoknya meski aku belum pernah melihatnya.
Bun, kapan aku bisa bertemu dengannya?
Aku terlalu lelah untuk bertanya
Aku terlalu letih untuk mencari

Jadi,bisakah kali ini bunda menjawabnya?

03 februari 2019.
RRY

~~~~
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Triangulum a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Pelangi yang Telah Lama Hilang cover
My Lovely Brother cover
I'M HAPPY WITH YOU [TAMAT] cover
WAVER [Completed] cover
Mentari Tanpa Sinar cover
Arselio Maverick P. cover
𝟏) 𝐃𝐚𝐫𝐢 𝐉𝐚𝐮𝐡 | On Going cover
ADELIO  cover
AZELLO [END] cover
I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon cover

Pelangi yang Telah Lama Hilang

13 partes Concluida

"siapapun tante, adik ayah, adik bunda, tetangga atau simpanan ayah, aku anggap tante cuma benalu tau" ucapku memberi penekanan pada kata simpanan. Wajah Tante Dista terlihat terkejut. "heiii.."ia membentakku "ga pernah di didik ya sama bunda mu, ternyata bundamu itu ga becus jadi seorang ibu ya pantas saja ayahmu tergila gila pada ku" "kamu ga usah senang dulu, suatu saat nanti aku yang akan mengusirmu dengan tanganku sendiri" sambungnya Aku menyeringai "barusan kau buat pengakuan kan" tanyaku menatapnya jijik. Tante Dista terlihat kikuk. "hahaa..... Jadi kau memang simpanan ayah. Dan masih sanggup tinggal dirumah kami. Ga tahu malu"ucapku dengan penekanan di kata simpanan dan malu. "kauuu-"ucapnya tertahan ketika bunda mulai mendekati kami. Aku mendekat ke arah tante Dista tetap mempertahankan senyum palsuku. Menginjak kakinya dengan keras, dan pura pura mencium pipinya dengan mesra. Dia menjerit tertahan dan aku senang. Tanganku yang bebas menarik rambutnya yang terjuntai panjang. Dia meringis dan mencengkram tanganku kuat kuat. Bunda tak pernah tau itu. Bunda hanya tersenyum dan menganggap semuanya akan baik baik saja. Padahal aku dan tante Dista sedang menyiapkan strategi perang kami masing masing.