ALTHA
  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 30, 2019
Dua insan yang sulit disatukan. Karena kedua nya keras kepala dan tidak peduli terhadap kehidupan sekitarnya. Dan mereka juga selalu berdebat bila saling bertemu. Tetapi muncul keajaiban, yaitu mereka bersatu. Bersatu nya mereka membuat orang yg disekitar mereka terkejut, dan tidak menyangka bahwa mereka telah menjadi sepasang kekasih di SMA Bina Pertiwi.
All Rights Reserved
#775
teenlit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ILEANA & IZORA
  • My Darrel
  • LANGIT KALA SENJA (Revisi)
  • ARES KIRANA
  • The Way Home
  • Meet Me at the Basement
  • Uwu! [TAMAT]
  • Part In Love
  • MahardiKarina
  • Lintang-Langit [OPEN PO]

Hampa itulah hidup mereka, sunyi itulah hati mereka, kosong itulah pikiran mereka, tersakiti namun tidak memiliki dendam, itulah sifat mereka. Terbentuknya kembali Keluarga Cemara diharapkan membawa secercah harapan, kehangatan, dan cahaya bagi mereka yang telah lama terjebak dalam kegelapan. Namun, realitasnya sungguh berbeda. Dua jiwa yang telah lama kosong dan kehilangan arah, tetap tak tersentuh, tak terobati oleh kehadiran mereka. Mereka seperti tanah tandus yang tak bisa lagi menyerap air kehidupan, atau seperti hati yang telah kehilangan kemampuan untuk merasakan hangatnya cinta dan kasih sayang. Seperti musim semi yang luput dari kalender, gagal membawa kehangatan dan kehidupan yang dijanjikannya, mereka semakin terpuruk dalam kubangan keputusasaan yang dalam. Kematian spiritual dan emosional telah menjerat erat, seakan tak ada lagi celah untuk bernapas, untuk berharap, untuk hidup. Setiap langkah terasa berat, setiap detak jantung terasa hampa, dan setiap harapan terasa seperti fatamorgana yang semakin menjauh. Dua gadis dengan latar belakang berbeda namun memiliki pengalaman serupa, terpaksa harus terus berlari dari bayang-bayang kesulitan. Mereka terpaksa menyembunyikan identitas sebenarnya dan mengonsumsi obat-obatan demi bertahan hidup yang justru obat itu menjadi momok bagi fisik dan mental mereka. Luka-luka dalam semakin dalam, sementara harapan untuk bebas dari kungkungan keadaan semakin tipis. Mereka terus berlari, namun tak kunjung menemukan tempat untuk berlabuh dengan aman. "aku hanya ingin istirahat sebentar dari pelarianku yang tak kunjung berakhir," Akankah semuanya baik-baik saja dan mereka kembali mendapatkan kehidupan normal seperti yang mereka inginkan? 📌 SELENGKAPNYA BACA ILEANA & IZORA ⚠️ DILARANG MENJIPLAK KARYA SAYA (INI). ⚠️ KARYA INI DILINDUNGI OLEH UNDANG-UNDANG⚠️

More details
WpActionLinkContent Guidelines