DERIR
  • WpView
    Reads 214
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 29, 2019
di bawah pohon yg rindang dan teduh itu mereka duduk disana sambil memakan es krim yg lezat itu.. dito:"qen?" qanitah:"iya?" dito:"hmmm" qanitah:"apa?" dito:"mau nggak jadi pacar gue..." qanitah:"hahhh?!" jwb qanitah dgn sgt terkejut ia tk tau jika dito menyukainya dan menginginkan ia menjadi pacarnya, padahal berdasarkan penelitian qanitah dito msih mencintai mantan pacarnya yg menjadi sahabatnya itu.. dito:"iya." qanitah:"alya gimana?" dito:"nggak peduli" qanitah:"gue nggak mau nyakitin hati sahabat gue sendiri, gue lebih milih sahabt daripada pacar. maafin gue.." ucap qanitah sambil pergi meninggalkan dito sendiri di bwh pohon yg rindang itu
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PESAN TERAKHIR [END]
  • 𝐢 (𝐝𝐨𝐧'𝐭) 𝐥𝐢𝐤𝐞 𝐲𝐨𝐮 ' 𝐦𝐢𝐧𝐲𝐮𝐧. ✔
  • Dear Acha
  • someone like you
  • angels wing ( Tamat )
  • Sweet babby (Semesta)
  • SERENDIPITY
  • Bucin || Jikyu [END]
  • Cinta kecil ku
  • Tramigrasi sahabat

"jadi pacar gue" ucap arshaka dan ia mendaratkan pantatnya di kursi taman. ansel yang sedang membaca novel itu melirik sekilas arshaka "gue ga mau. arshaka tersenyum remeh dan bangkit dari duduknya. lalu ia berjalan mondar-mandir di depan ansel dengan tangan yang bersedekap di depan dada. "kok bisa Abang gue punya pacar cewek aneh kayak Lo. kalau bukan karena pesan terakhir Abang gue, gue ga mungkin mau pacarin cewek modelan lo gini. cewek yang suka berimajinasi sampai di buat puisi" ucap arshaka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines