Woman Scientist

Woman Scientist

  • WpView
    Reads 142
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 26, 2019
Karna sebuah eksperimen semuanya hancur. Aku benci kisah ini. Tapi aku ingin kalian semua tau dan belajar tentang menghargai waktu dan bersyukur. Mungkin dengan kisahku ini, aku bisa membuat kalian semua sadar, bahwa masih ada orang yang lebih menderita dibandingkan kalian. Dan dengan kisahku ini mungkin kalian dapat membuka pandagang kalian tentang kehebatan dari waktu.
All Rights Reserved
#103
ilmuan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diary Peri Keceriaan
  • TAK BERJUDUL
  • I Hate Broken Home
  • Berakhirnya Persahabatan
  • Matahari Kecil
  • Kamu Memilih Temanku (SELESAI)
  • RANNA
  • Surat untuk fajar

Tidak semua rumah berbentuk bangunan, dan rumah bukan sekedar tempat untuk pulang, melainkan sesuatu yang membuat kita merasa nyaman dan tenang, membuat kita berpikir bahwa kita harus hidup lebih lama agar bisa terus berada di dekatnya. Jika kebanyakan orang menganggap bahwa seseorang merupakan rumahnya, lalu bagaimana jika rumah itu ternyata adalah sebuah buku? Sebuah benda mati yang setiap lembarnya selalu menjadi saksi bisu, tidak ada yang bisa ia lakukan selain diam dan menerima satu persatu kata yang mengandung banyak makna. "Buku itu akan menjadi sangat berharga, karna di sana, kamu bisa mengekspresikan segala hal, kamu akan merasa tenang, aman dan nyaman, kamu tidak akan merasa terpojok, tidak akan ada bantahan yang berujung menyalahkan, tidak ada nada tinggi yang membuatmu sakit hati." ~Chana happy readingg🔥

More details
WpActionLinkContent Guidelines