HARI KITA

HARI KITA

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 9, 2021
Hari kita bercerita tentang waktu yang kita lewati bersama dalam kebersamaan. Ada saatnya aku dan kamu tidak saling bertemu di ruang nyata, jiwa kita yang saling bertemu dan berpelukan. Enggak mau melepaskan satu sama lain. Ada saatnya aku mengajakmu kembali bernostalgia, saat awal pertemuan, seperti bunga dandelion yang bermekaran. Bunga yang mekar itu bertebaran di udara. Terus mengudara kemana angin melayangkannya. Lain waktu, hujan dan kesedihan sama-sama derasnya. Saatnya perasaan saling bisu, tatapan mata saling jauh. Ini juga mungkin tentang kamu yang terlibat dalam kisah-kisah yang tidak pernah usai dalam cerita ini. Kamu bisa jadi orang yang mengalami hal yang sama dengan apa yan aku alami. Mari kita saling berbahagia saja. Suatu waktu pada bagian yang lain, mari kita saling bersedih dala jiwa masing-masing. Tempat paling rahasia di mana tidak seorangpun dapat membukanya tanpa kita memberi jalan.[]
All Rights Reserved
#4
sinopsis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Terakhir Semesta✔️
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • SENSITIVE (Sudah Tersedia Dishopee)
  • Tentang Luka yang Begitu Setia
  • Akhir Kisah [SELESAI]
  • Estar en Flor
  • Puing luka
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Dunia Alana

Semesta Arya Pratama selalu merasa hidupnya seperti langit mendung-kelabu, sesak, dan tidak pernah benar-benar terang. Sebagai anak kedua dalam keluarga yang lebih sering menuntut daripada memahami, ia tumbuh dengan luka yang tak terlihat, terbiasa menyimpan semuanya sendiri. Ia bukan anak yang gagal, tapi juga tak pernah dianggap cukup. Hingga di suatu hari, di sudut perpustakaan yang sepi, ia bertemu dengan Cahya Langit Maheswari. Gadis pendiam yang selalu menunduk, seolah berusaha menghilang dari dunia. Langit tidak banyak bicara, tapi kehadirannya entah bagaimana membuat Semesta merasa sedikit lebih ringan. Namun semakin lama, Semesta justru semakin kehilangan arah. Semakin hari, tekanan dari keluarganya kian menyesakkan. Beban yang ia pikul semakin berat, tapi tak ada yang benar-benar melihat. Dan ketika semuanya terasa terlalu melelahkan, ia membuat keputusan yang tak bisa diubah. Semesta pergi, meninggalkan keheningan yang menggema. Meninggalkan cerita yang tak akan pernah bisa diulang. Dan setelah ia tak ada, barulah dunia menyadari betapa berartinya Semesta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines