HARI KITA

HARI KITA

  • WpView
    LECTURES 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., oct. 9, 2021
Hari kita bercerita tentang waktu yang kita lewati bersama dalam kebersamaan. Ada saatnya aku dan kamu tidak saling bertemu di ruang nyata, jiwa kita yang saling bertemu dan berpelukan. Enggak mau melepaskan satu sama lain. Ada saatnya aku mengajakmu kembali bernostalgia, saat awal pertemuan, seperti bunga dandelion yang bermekaran. Bunga yang mekar itu bertebaran di udara. Terus mengudara kemana angin melayangkannya. Lain waktu, hujan dan kesedihan sama-sama derasnya. Saatnya perasaan saling bisu, tatapan mata saling jauh. Ini juga mungkin tentang kamu yang terlibat dalam kisah-kisah yang tidak pernah usai dalam cerita ini. Kamu bisa jadi orang yang mengalami hal yang sama dengan apa yan aku alami. Mari kita saling berbahagia saja. Suatu waktu pada bagian yang lain, mari kita saling bersedih dala jiwa masing-masing. Tempat paling rahasia di mana tidak seorangpun dapat membukanya tanpa kita memberi jalan.[]
Tous Droits Réservés
#134
sinopsis
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Puing luka
  • Tentang Luka yang Begitu Setia
  • Akhir Kisah [SELESAI]
  • Estar en Flor
  • EVELYN [SUDAH TERBIT]
  • Promise

"Malam itu menjadi awal dari mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan." Aluna kehilangan segalanya dalam satu malam-rasa aman, harga diri, dan harapan. Ia hancur oleh luka yang tak terlihat mata, tapi mengoyak jiwanya habis-habisan. Kehamilan yang datang dari pemerkosaan membuatnya ingin menyerah. Namun dalam reruntuhan hidupnya, ada dua hal yang terus menahannya agar tetap berdiri: keluarga yang tak pernah berhenti mencintai, dan janin kecil dalam rahimnya yang menjadi alasan untuk bertahan. Sejak itu, Aluna membenci laki-laki. Ketakutannya begitu dalam, hingga setiap tatapan dan suara laki-laki bisa membuat tubuhnya gemetar. Tapi ia tidak bisa menolak kehadiran laki-laki itu-sosok yang bertanggung jawab, yang tak pernah pergi, yang terus mengirim bunga, hadiah, dan surat-surat haru berisi penyesalan serta doa. "Aku tahu aku tak bisa menghapus malam itu. Tapi setiap langkah yang kamu ambil hari ini, adalah langkah keberanian luar biasa. Kamu tidak sendirian." - A. Hari demi hari, tembok kebekuan di hati Aluna mulai retak. Bukan karena dia lupa, bukan karena dia memaafkan dengan mudah, tapi karena perlahan, ia mulai membuka diri terhadap kemungkinan: bahwa tidak semua luka harus berdarah selamanya. Akankah Aluna mampu menghadapi masa lalunya? Mampukah ia membiarkan seseorang masuk ke dalam hidupnya lagi-meski dari kejauhan? Sebuah kisah tentang luka, keberanian, dan cinta yang lahir dari kehancuran. Untukmu yang sedang berjuang: kamu tidak sendirian.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu