Imperfect Marriage

Imperfect Marriage

  • WpView
    LECTURAS 943
  • WpVote
    Votos 47
  • WpPart
    Partes 10
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, jul 26, 2020
Sebuah kisah tentang pernikahan yang jauh dari kata sempurna. Semua berlandaskan karena keterpaksaan. Tidak ada yang mencoba saling setia, yang ada hanya saling mendua. Tidak ada niatan dari keduanya untuk menumbuhkan cinta di tengah-tengah pernikahan mereka, keduanya malah memburu cinta dari luar berlandaskan nafsu belaka. "Kamu bebas menjalin hubungan dengan wanita mana saja, asalkan tidak membawanya kerumah ini." - Bianca Helenia. "Baik. Jika itu mau kamu, maka kamu juga tidak boleh membawa pria itu kerumah ini." - Andre Julians.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • No Longer In Love
  • ELEGI ASMARA
  • Trial & Error
  • Xless Marriage
  • Trial Marriage | Seri Marital✅
  • distance
  • Shadows of Love
  • Eleftheria

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido