We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Hari Biruku Bersama Ayah-Ibu

Hari Biruku Bersama Ayah-Ibu

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 30, 2019
WpInfo
Non-Fiction
HARI BIRUKU BERSAMA AYAH-IBU Sebuah peristiwa dimana ibuku pernah bercerita tentang masa kecilku di kalimantan. Saat aku usia 3 bulan aku dibawa pulang ke jogja dengan mengendarai kapal yang ramai penumpang, sehingga saling desak desakan dan kepalaku terkena tangan orang lain. Akupun menangis cukup lama. Selain itu, Ayah dan ibu kebinggungan dengan dengan asupan giziku saat di perjalanan, karena air susu ibuku tidak keluar, dan dalam keadaan terpaksa, aku hanya dikasih susu formula. Hari biruku bersama keluarga kecilku, semoga menjadi ladang amal bagi kami dan Allah memberkahi selalu Ayah-Ibuku tercinta..
All Rights Reserved
#166
nyata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Karam [✔]
  • Missed You
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • Stuck In Confusion (COMPLETED)
  • Sebiru Langit
  • Rumah baru untuk Ibu
  • Cinta Yang Kini Telah Ku Temukan [ END ]
  • Ikhtiar Menjemput Cinta [REVISI + END]
  • the love story of a FA
  • Jembatan Hati

Ketika berusia sepuluh tahun, aku melukis Ibu sebagai cinta pertamaku. Lalu Ayah menyebutnya pembodohan dan menikahi wanita lain sementara Ibu pergi. Ibu yang baru sudah punya anak bernama Rajah. Sejak itu, aku tidak melukis lagi. Aku tidak mencintai lagi. Ketika berusia dua belas tahun, aku dihajar penagih utang. Lalu Safir menyelamatkan keluarga kami dan mengajarkanku bahwa pendidikan itu penting. Pria ini sudah sukses. Sejak itu, aku mulai bersekolah. Aku mulai meninggalkan mimpi. Ketika aku berusia lima belas tahun, Ayah dipenjara. Lalu Ibu jadi makin gila dan adikku keluyuran entah ke mana. Kehidupan sekolahku bahkan tak lebih baik dari mereka. Sejak itu, aku jadi ragu pada realita. Dua tahun kemudian, aku bertemu Pasifika Biru. Lalu aku melihat dunia dengan cara yang baru. Pertemuan kami adalah berkah dalam hidupku. Setidaknya, aku harap begitu. --- est. Juni 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines