We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
THE BOOK OF ALMOST

THE BOOK OF ALMOST

  • WpView
    Reads 62,560
  • WpVote
    Votes 1,217
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 5, 2019
WpInfo
Poetry
Tak ada yang lebih menyakitkan dalam jatuh cinta Kecuali kata hampir. Aku hampir merasa kau yang selama ini kucari. Kau hampir membuatku berhenti berlari. Meski pada akhirnya, Kita berdua hanya sebatas kata hampir; Hampir seperti sepasang kekasih. I almost had you, you almost love me. Kumpulan Puisi pilihan dari buku The Book of Almost karya Brian Khrisna
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Temporary |End|
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • Kisah Nyata Dalam Mimpi
  • We Know the Ending (Completed)
  • CLARA
  • PAIN (TERBIT) ✔
  • Untuk, Abadi | Completed ✔
  • KONSEKUENSI HATI
  • Di Balik Layar [Completed]

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines