Story cover for My Type? by FransisAme
My Type?
  • WpView
    Reads 112
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 112
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Mar 31, 2019
Dia manis ...
Dia cantik ...
Kaki yang jenjang ...
Dan katanya ... Dia berolahraga saat waktu senggangnya ... Dan, saat suara yang ia keluarkan sangat lembut.

"Kaito-kun! bukannya [last name]-san itu masuk ke dalam tipe gadis yang kau impikan?"

     A Fanfiction of Seiyuu 
             FransisAme
All Rights Reserved
Table of contents

1 part

Sign up to add My Type? to your library and receive updates
or
#23seiyuu
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
[✓] Daisy's Memories [Umemiya X F.Readers] cover
sikrit edmairer cover
CONTINUE || Haikyuu! cover
Because I Love You | AquaKana (Oshi No Ko) cover
PAIN || KRYSTAL X KAI (NC) cover
Wakasa's Mine (Wakasa x Reader) cover
My B̶o̶y̶f̶r̶i̶e̶n̶d̶ Girlfriend [Haikyuu! Genderbend]  cover
Together cover
𝐒𝐋𝐎𝐖 𝐃𝐀𝐍𝐂𝐈𝐍𝐆 𝐈𝐍 𝐓𝐇𝐄 𝐃𝐀𝐑𝐊  cover
Sakura Twins [ Sakura Haruka and Reader's ] cover

[✓] Daisy's Memories [Umemiya X F.Readers]

54 parts Complete Mature

[Selesai] [warning beberapa chptr R21] Sebuah sapaan hangat sesuai dengan hari yang cerah terdengar oleh para penjaga toko-toko sekitar jalanan. "Selamat pagi, hari ini rotinya sama seperti biasa selalu harum paman, membuat hari ini semakin indah dan nyaman". Sang penjual merespon tak kalah hangatnya "Tentu, namun lebih indah alara-san, lihat semua pedagang ingin disapa". Sang gadis hanya mampu tertawa canggung apabila ada seseorang yang memujinya karena dia tahu bahwa tidak ada yang bisa dipuji dari dirinya yang sesungguhnya. "Ini masih pagi namun ternyata kamu sudah membuat semua orang di bofurin ingin disapa, hm?" pertanyaan dari seorang pria yang suaranya sangat ara tahu itu siapa. "Ume, kebiasaan kamu selalu bikin kaget tiba-tiba muncul" ucap sang gadis dengan tersenyum. Kedua insan manusia yang terlihat sangat serasi dengan warna rambut yang sama yang entah bagaimana semesta ternyata mampu untuk mempersatukan kedua karya indah ini untuk saat ini, ya untuk saat ini. Banyak hal yang terlupakan, terjadi ataupun tiba-tiba hadir, terkadang manusialah yang mampu menentukan kemana ceritanya akan terbawa.