A Deep Pain

A Deep Pain

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 2, 2019
Mereka berdua adalah kembar kecil yang sama-sama cantik dengan caranya sendiri. Bukan kembar identik memang, namun keselarasan jiwa dari anak kembar adalah yang terbaik. Tetapi itu dulu sekali, sebelum pada akhirnya rasa itu menyerang. Menikam tajam, dan lukanya tak pernah hilang. Hanya Bulan yang merasakannya, sebab Mentarilah orang pertama yang memulai semuanya. Diawali oleh rasa iri, kemudian tambah menjadi-jadi. Kemudian hanya ada cerita panjang tentang sebuah penyesalan setelahnya. Writer: @Salunaaa_ Cover: - :31 Maret 2019.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benalu [Terbit]
  • HILANG [Segera Terbit]
  • Destiny.
  • Bad Boy In Love (ON RE-PUBLISH PROCESS)
  • Perempuan Kahfi
  • Pada Orang yang Sama (TAMAT)
  • Perihal Waktu [ REVISI ]
  • FANYA(END)

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines