Sejuang Restu ( USAI )

Sejuang Restu ( USAI )

  • WpView
    Reads 41,986
  • WpVote
    Votes 2,563
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadComplete Tue, Jan 11, 2022
Cover by @sparklewhole 🥀🥀🥀 Kupeluk tubuh tegap Mas Azam, sedikit berjinjit untuk meletakan daguku di lekuk lehernya. Dia diam, badannya terlalu kaku untuk membalas pelukanku. Aku berbisik pelan tak mampu untuk bersuara. "Lepaskan saya Mas, saya rasa kita punya jalan sendiri-sendiri." Aku tak akan membuat hubungan Mas Azam harus terurai kembali dengan ibunya. Menyatukan mereka adalah langkah sulit yang sudah kulalui. Kini biarlah cinta pertamaku hilang, patah hati terbesarku tak akan berlangsung lama. Aku tak punya cukup waktu, kesedihanku tak akan lama sebab waktuku juga tak akan lama. 🥀🥀🥀
All Rights Reserved
#9
azam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE SECRET LOVE
  • Back To You
  • Garis Takdir Kita [END]
  • Arsyilazka
  • Something(Sekuel you Are Mine)
  • Setia Di Hati (Selesai)
  • CELOTEH Dalam Diam Ku Menyapa
  • My Sweet Polar Husband [End]
  • Favorite Wound
  • Sudut Luka Nazea

[Cerita ini sedang di tangguhkan] - - "Ustadz, cinta itu bukan sekadar kata rencana dan takdir-Nya bukanlah bencana" Ucap lirih Azzahra kepada sosok laki-laki yang gak jauh berdiri dibelakangnya. Dengan tatapan sendunya, ia mencoba mempertahankan gadis didepannya. Ia tau dengan jelas kesalahannya dan berharap dapat memutar balik kembali kenyataan yang menjadi suratan takdir-Nya. "Saya mengakui saya salah, saya berharap masih ada kesempatan untuk saya memperbaiki salah saya, ra maafkan saya" Azzahra menghirup udara perlahan "InsyaaAllah saya sudah memaafkan ingkarmu. "Jadi ra.." kalimat Azzam terputus oleh Azzahra "Meski demikian mohon maafkan saya tidak bisa memberi apa yang Ustadz Azzam harapkan, tolong hormati keputusan saya." Ucapnya dan berlalu masuk ruangan kembali. Azzam terdiam menatap punggung gadis yang teramat ia cintai berlalu begitu saja, ia merutuki kesalahannya dan tergiur oleh nafsu dunia. Kini semua telah berakhir, ia yang bersalah atas hancurnya ikatan yang telah direncanakan lama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines