Qoutes
  • WpView
    Reads 597
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadComplete Sun, May 10, 2020
Hati itu mahal! Dan Kamu Berhak Bahagia! Katakan padaku seberapa mahal kah hati bagi seorang perempuan? Kenapa bisa dikatakan mahal? Karena perempuan itu sangat dihargai, dimuliakan, dan tidak sembarang laki - laki yang bisa masuk kedalam hatinya, atau bahkan mencoleknya sedikit pun! Ouh No, say to " Dont Touch Me" Sebelum kalian mau menyentuh wanita, kalian harus membelinya dulu, membutuhkan usaha yang keras! Yaaaaa cara yang efektif dengan cara menikahinya, dan menjadikan dia kekasih halalmu, indah bukan!!
All Rights Reserved
#306
iloveyou
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • MengenggamMu Dalam Ketaatan [TAHAP REVISI]
  • Merayakan Kehilangan (Selesai)
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • Assalamualaikum Imamku
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • TEMAN
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines