Bukan pilihan, Tapi perasaan
6 części W trakcie Bukan Pilihan, Tapi Perasaan
Semua terasa biasa-liburan, tawa, kebersamaan.
Sampai seseorang mulai terlihat dengan cara yang berbeda.
Dia bukan orang asing.
Sudah sering ketemu, sudah biasa ngobrol, sudah terlalu akrab untuk dicurigai.
Tapi entah kenapa... kali ini, caranya menatap, cara dia hadir, terasa beda.
Kaila mencoba menyangkal.
Katanya, itu cuma karena suasana Bali yang terlalu tenang. Atau mungkin karena senja yang terlalu sering mereka nikmati berdua.
Tapi semakin dia menjauh, semakin hatinya terikat.
Ada rasa yang tumbuh pelan, diam-diam, tapi pasti.
Rasa yang nggak pernah direncanakan-dan jelas nggak boleh tumbuh.
Namun saat semuanya terasa salah, kenapa justru dia yang paling terasa benar?