We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
NABIL
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 4, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Cantik" Bila membuka matanya merasa ada yang ngomong, karena posisi Zidan yang terlalu dekat dengan Bila, membuat Bila bisa mendengarnya. "Lo siapa?" "Gue Ragil-" "Oh" "Nama Lo Nabila?" "Kepo banget sih jadi orang, ngapain duduk disini ganggu orang tidur aja. Kan masih banyak bangku yang kosong" "Tapi gue pengenya disini, gimana dong?" Zidan memperlihatkan seringai jailnya "Oke kalo gitu gue yang pindah" "Eits, nggak bisa gitu dong. Gue masih pengen ngobrol sama lo" Zidan menarik tangan Bila agar kembali duduk "Gue nggak ada waktu buat ngomongin yang nggak penting" "Tapi ini penting banget" Bila menatap cowok didepannya tajam, "Lo cewek gue sekarang" ucap Zidan menekan kata 'cewek'
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANELKA CALVARY
  • Stay (Away)
  • My Sweet Friend (END)
  • Mentari Tak Harus Bersinar (Dokter-Dokter)MASIH LENGKAP
  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • Awal Bertemu Denganmu  COMPLETED ✔
  • ★BABY ZION★

"Betah banget tu tangan di pegang ketos songong itu" "Maksudnya lo" "Lo milik gue Dis, gak ada orang yang boleh nyentuh lo" "Lepasin gue" "Gak sebelum lo , bilang lo mau jadi pacar gue" "Anelka lo gila ya" Orang yang menarik tangan Disa paksa itu adalah Anelka. "Gue gila karena elo" "Pergi gue , gue gak akan jadi pacar lo" "Mau kita buktikan" Belum sempat menjawab Anelka telah lebih dahulu melumat bibir Disa. Bukan nya menolak Disa malah seakan mengikuti permaian Anelka. "Gue kenapa, kok gue nerima perlakuan dia" Batin Disa berkecamuk" Sesaat kemudian Anelka melepaskan pangutan mereka berdua. "Katanya gak suka, kenapa gak nolak" Ucap Anelka dengan smrikannya. "Sekarang lo milik gue, pulang gue anter masalah motor lo biar gue yang urus" Baru saja Disa hendak membantah. "Gue gak Terima penolakan." Anelka meninggalkan Disa di sudut ruangan itu. "Shit, ada apa sama gue, apa iya gue suka sama Anelka? Ahh gak mungkin! " Batin Disa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines