Aku dan Perjalanan Duniaku

Aku dan Perjalanan Duniaku

  • WpView
    MGA BUMASA 69
  • WpVote
    Mga Boto 5
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Mon, Apr 1, 2019
Ini hanya coretan dan curhatan seorang anak sulung. Curhatan tentang proses hijrah seorang gadis yang biasa saja. -Fakhirah Shakila Ini juga singkat cerita tentang penurunan tingkat keimananku. Singkat cerita kedekatan kami. -G.H.I Disini juga ada sebuah kisah perjuangan seseorang yang meresakan bagaimana rasanya mencintai seseorang. Dan itu cinta sendiri, cinta yang belum kunjung terbalas. -Muhammad
All Rights Reserved
#275
cita-cita
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • THE SECRET OF LOVE
  • Bila
  • Damaiku Bersama ISLAM (END)
  • Hope
  • Journey Of My Life
  • Sebuah Pengabdian
  • Takdir (On Going)
  • Perjalanan Hijrah
  • Kuy Otw Kua (TAMAT)
  • 𝐋𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐀 𝐇𝐈𝐉𝐑𝐀𝐇 (REVISI)

Arsyila Havya Fadheela seorang gadis sederhana yang tidak pernah membayangkan bahwa takdir akan membawanya kembali pada perasaan lama. Semuanya bermula dari sebuah kesediaan yang tak terduga-menggantikan adik kelasnya yang enggan mengikuti sebuah kegiatan ekstrakurikuler. Namun, siapa sangka keputusan spontan itu justru mempertemukannya kembali dengan sosok yang pernah ia kagumi tiga tahun silam. ​ Fadhlan Arkhan El-fatih. ​Fadhlan bukan sekadar guru pendidikan jasmani biasa. Di balik parasnya yang menawan dan tutur katanya yang lembut, ia adalah sosok yang teguh memegang prinsip. Baginya, batasan terhadap lawan jenis bukan sekadar aturan sekolah, melainkan bentuk ketaatannya pada Sang Pencipta. Sikapnya yang terjaga justru menjadi daya tarik yang membuat banyak wanita menaruh hati, termasuk Arsyila. ​Namun, mencintai Fadhlan bukanlah perkara mudah. Bagi Arsyila, Fadhlan adalah sebuah menara tinggi yang sulit digapai. Ada benteng masa lalu yang terus membisikkan keraguan di telinga Arsyila ​"Layakkah gadis sepertiku bersanding dengan pria yang begitu menjaga kesucian dirinya?" ​Dalam diam, Arsyila mulai merangkai harapan di atas sajadah. Ia mencintai dalam senyap, berjuang lewat doa yang tak pernah terdengar. Namun, perjuangan sendirian itu melelahkan. Ada saat di mana Arsyila merasa sesak oleh batas yang ia ciptakan sendiri. ​Kini, di penghujung masa studinya di asrama, sebuah tanya besar menggelayuti benaknya. Akankah cinta dalam diam ini menemukan muaranya saat ia melangkah keluar dari gerbang asrama? Ataukah Arsyila harus belajar tentang bab tersulit dalam mencintai yaitu melepaskannya dengan ikhlas? "Ternyata, mencintaimu sedalam ini cukup menyakitkan, Tuan. Aku mulai merasa lelah berjuang sendirian di jalan yang tak berujung ini. Mungkin, mengikhlaskanmu adalah satu-satunya cara untuk menyembuhkan luka yang kubuat sendiri. Bukankah lebih indah jika aku mengejar cinta Sang Pemilik Hati yang tak pernah mengecewakan hamba-Nya?" Arsyila Ha

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman