"Aku menginginkannya! Dan itu harus terlaksana!" ucapan sederhana namun sarat akan posesif dan juga niat jahat terlontarkan dari mulut pria matang itu di hadapan seseorang yang bertekuk lutut di depan seolah memohon ampun atas hidupnya dan keluarganya.
Pandangan tajam terpancar dari mata onyx milik pria itu penuh dengan aura yang berbahaya dan kejam. Tidak ada yang bisa menolak keinginannya. Atau, hidupmu akan menjadi jaminannya.
****
"Tee, maafkan ayah nak.." isak tangis ibunya mewarnai hari itu, hari dimana ketika Tee harus merelakan dirinya untuk pergi menggantikan tanggungjawab orang tuanya yang mempunyai hutang kepada perusahaan ternama di negeri itu. Hanya saja, Tee tidak mengetahui bahwa hari itu juga seluruh kebebasannya dan hak sebagai manusia akan terenggut begitu saja darinya.