Annoying Boy

Annoying Boy

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 1, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Seorang perempuan biasa yang hanya memiliki kehidupan yang begitu datar. Itu bukan karena nasibnya ataupun takdirnya. Tapi karena dia lebih memilih untuk memiliki kehidupan seperti itu yang berbeda jauh dari kebiasaan perempuan lain pada umumnya. Menolak dengan tegas orang lain masuk dalam kehidupannya. Bahkan menolak kata berpacaran hadir dalam kamus kehidupannya. Tidak memiliki antusias dengan sekitarnya. Dan hanya berpikiran hal-hal disekelilingnya merepotkan. Dia adalah seorang mahasiswi tingkat dua di kampus yang saat ini dia berakhir di dalamnya. Lalu semuanya berubah dari rencananya untuk memiliki kehidupan kuliah yang tenang, seorang lelaki yang sungguh bertolak belakang dari harapannya muncul begitu saja dalam kehidupannya. Entah bagaimana kehidupannya yang akan terjadi di luar dari rencananya?
All Rights Reserved
#4
innocentgirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Burning Boundaries [REVISI]
  • LEITHLEACH
  • Different Page [Complete]
  • DEMOND LORD'S LOVER
  • Unwelcome Neighbor ft Lee Heeseung of Enhypen [COMPLETED]
  • - LOVE CLASS -
  • Bad Girl Reputation
  • Gadis Pendiam Itu... Menarik
  • ESCAPE. | Jake - Yujin ✓

[18+] [SLOW BURN] "Dare. Cium orang yang paling kau benci di sini." Ruangan seketika hening, hanya suara napas tertahan yang terdengar. Ren menegang, dan matanya beralih ke Asher yang kini berdiri perlahan dari tempat duduknya. Tanpa sepatah kata apapun Asher melangkah mendekat. Sebelum Ren sempat bergerak atau berkata apa-apa, tangan lelaki itu terangkat, menyentuh rahangnya dengan lembut namun tegas. Dalam satu gerakan cepat, bibirnya berhasil menyentuh bibir mungil Ren. ----- Ren tidak pernah membayangkan harus tinggal satu atap dengan Asher. Apalagi atas permintaan orang tua mereka. Asher dingin, tidak ramah, dan terlalu suka mencampuri urusannya. Ren sudah punya pacar, sudah punya hidupnya sendiri, jadi tidak ada alasan untuk membiarkan Asher terus mengganggunya. Tapi Asher tidak pernah peduli pada batasan. Apalagi saat ia mulai merasakan sesuatu pada Ren yang dirinya sendiri enggan akui. Seharusnya mereka hanya sekadar roommate, tidak lebih. Seharusnya mereka saling tidak peduli. Dan entah kenapa semakin lama, semakin sulit untuk berdiri di garis batas itu tanpa ingin melewatinya. Karena Asher tidak pernah bisa netral saat menyangkut Ren. Tidak saat ia melihat seseorang memperlakukan Ren tidak seperti seharusnya. Tidak saat Ren berpura-pura baik-baik saja. Tidak saat satu-satunya batasan yang tersisa hanyalah gengsi mereka sendiri. Dan saat itu hancur... Asher tahu, tidak akan ada jalan untuk kembali. ______ 0 ______ FOLLOW SEBELUM MEMBACA! BERIKAN VOTE DITIAP CHAPTER. HARGAI BACAAN GRATIS INI. DISCLAIMER ! [!] mature. [!] walking a red flag !!! 🚩🚩🚩🚩🚩🚩 [!] klise. © all pics from : pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines