Secangkir Kopi Untuk Senjani

Secangkir Kopi Untuk Senjani

  • WpView
    Reads 160
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 11, 2019
Barista yang kutemui selepas senja tadi, sudah sering ketemu, tapi tidak pernah mengajakku berkomunikasi, baru kali ini ia menanyakan sebuah pertanyaan... " kak, kenapa baru kali ini memesan kopi sepahit ini?" " hanya ingin saja. Memangnya kenapa?" " aneh, tidak biasanya" " ceritaku sudah pahit seperti biji kopi hitam yang ada dalam toples itu, apalagi yang harus kunikmati dari cerita yang sudah kehilangan arah?" " kak, tidak semua cerita kelam tidak bisa dinikmati dan dirasakan, belajarlah untuk menerima, menerima kenyataan dan mengikhlaskan, maka semua akan baik-baik saja" Barista dan kopi hitam itu memberiku sebuah pelajaran hidup " Bahwa yang pahit pun masih bisa dinikmati jika mau menerimanya dengan baik"
All Rights Reserved
#414
kopi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan Stalker [TAMAT]
  • Jendela Senja
  • Ruang Biru [ON GOING]
  • My Barista Boy(Friend)
  • Perempuan Pujaan Hujan
  • Perfect uncle ✓
  • Kopi pahitku
  • Strawberry
  • best friend and twilight
  • Cerita Tentang Langit Malam

Ketika lelaki yang ia cintai menolak pernyataan cintanya, Caca bertekad untuk menaklukkan hati lelaki itu. Lagipula, sebelum janur kuning melengkung, kesempatan cinta masih ada meskipun Edgar sudah memiliki kekasih. * * Caca, seorang cewek kelas XII SMA, diam-diam telah jatuh hati kepada sosok Edgar, barista sekaligus pemilik cafe tempat ia dan teman-temannya sering nongkrong. Meski ia tahu bahwa Edgar sudah memiliki Alisa di sisinya, Caca bersikeras untuk mendapatkan hati cowok itu. Awalnya Edgar hanya menganggap Caca sebagai adik dan pengunjung cafe namun dengan berjalannya waktu, ia mulai merasakan ada sesuatu dalam diri gadis itu yang menarik perhatiannya. Dan ketika Caca akhirnya memutuskan untuk move on, justru Edgarlah yang tidak rela dan mulai merindukan gadis yang bersikap seperti bocah dan selalu tidak mau kalah itu. Apakah ini berarti cinta Caca tidak bertepuk sebelah tangan? Lalu apa yang akan terjadi jika Alisa menyadari sikap pacarnya yang mulai berubah itu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines