She Was A Princess

She Was A Princess

  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 5, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Biasanya puteri raja adalah sosok yang lembut dan anggun, terutama puteri mahkota. Namun kata lembut dan anggun tidak cocok untuk puteri mahkota kerajaan Aludra. Raja Avior Yeoman hampir menyerah menghadapi calon penerusnya yang banyak tingkah itu. Hingga dia semakin pusing oleh Puteri Auristella Yeoman kabur saat pelantikannya sebagai puteri mahkota. Dalam pelariannya, sang puteri yang merupakan penulis malah bertemu dengan Gray Axelle, penulis saingannya dan tidak bisa terlepas dari Gray Axelle. Hubungan itu membuat hati Auristela yang anti dengan cinta kembali merasakan cinta yang membuatnya lemah. April, 2019 Alvina Nur Insyani
All Rights Reserved
#22
pemalas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Princess, Figures {On Going}
  • PRINCESS ELARA [END]
  • AURUM CORDIS
  • QUEEN IN THE SHADOWS
  • TAHTA
  • [BL] The King's Nightmare (Original Story)
  • The Impossibility
  • Make Me Your Queen [Selesai]
  • The Moon and The Sun II [COMPLETED]

Rietta tahu betul siapa VIOLET MAGRETTA ARFEOLUS-tokoh antagonis yang dibenci semua pembaca, termasuk dirinya. Sosok sombong yang selalu merasa paling benar, menghancurkan hidup orang lain demi harga dirinya yang rapuh. Gadis cantik yang tak tahu arti kasih sayang, dan justru membalas cinta dengan pengkhianatan. Setiap kali nama Violet muncul di halaman novel, Rietta ingin melewati bagian itu. Ia muak dengan cara Violet memperlakukan orang-orang di sekitarnya, dengan tatapan merendahkan dan kata-kata tajam yang menusuk lebih dalam dari belati. "Kalau aku jadi dia, aku tak akan pernah hidup seperti itu," pikir Rietta dulu. Tapi kini... Rietta bukan lagi pembaca. Ia adalah Violet-tokoh yang paling ia benci. Dan untuk pertama kalinya, ia menyadari... bahwa di balik segala kebencian itu, tersembunyi sesuatu yang lebih dalam dari sekadar sosok antagonis yang terlihat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines