We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
PELANGI MEET AWAN

PELANGI MEET AWAN

  • WpView
    Reads 1,117
  • WpVote
    Votes 694
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 25, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Seperti sepasang sandal jepit yang selalu bersama, seperti pensil diiringi penghapus dan seperti kuas yang ditemani cat air. Mereka adalah Awan dan Pelangi. Sejak bayi mereka sudah dipertemukan oleh kedua orang tua mereka. Sebuah pertemuan terciptanya sebuah tali persahabatan. Tidak ada yang tidak diketahui Awan tentang Pelangi, apa-apa yang disukai dan juga tidak disukai Pelangi Awan mengetahui semuanya. Begitupun Pelangi, semua tentang Awan ia ketahui. Menginjak SMA Awan mempunyai rasa dengan Pelangi, namun Pelangi takut jika Awan akan merusak tali persahabatan mereka. Karena menurut Pelangi PERSAHABATAN adalah sebuah status yang paling abadi. Lalu akankah persahabatan mereka abadi???
All Rights Reserved
#826
feel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • DIANA IS MINE (COMPLETED)✔
  • AILAH(END)✅
  • ALASKA #Wattys2019
  • PELANGI
  • How to Burn the Bad Boy (END)
  • Friendship In Love

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines