...., DAN KAMU

...., DAN KAMU

  • WpView
    Reads 151
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 7, 2019
Nanti, keingintahuanku tentang harapku. Sosok yang tak terjamak, iya kamu Hadirmu adalah fitrah, Bagaimana bisa kamu ada, bukan untukku. Dan mengapa hadirmu membuatku tak menerima takdir dari-Nya, Apa karena aku terlanjur menginginkanmu ? Entahlah ,,,,. Hadirmu hanya sebatas lelapku, dimana inginku jadi alur nyata, " Sebuah rasa dalam cinta adalah fitrah, takdir dari-Nya, kemakluman yang nyata tuk mengagumimu. "
All Rights Reserved
#54
novelindo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • You are in my past and my future [END]
  • Kukira Kau Rumah, Ternyata Hanya Tempat Singgah:)
  • LELAH
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Jodoh Pilihanmu, "Dia Yang Terbaik" (TAMAT)
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • Happier Than Ever [COMPLETED]
  • Rindu yang berjarak
  • HANYA TENTANG KAMU

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines