Virgin Candy

Virgin Candy

  • WpView
    Reads 34,439
  • WpVote
    Votes 574
  • WpPart
    Parts 47
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 7, 2020
Anya, gadis manis berprestasi yang mendapat beasiswa kuliah di Jakarta. ditengah keluguanya ia baru mengenal kerasnya dunia pergaulan dijakarta bagimana kisah anya di jakarta?, bisakah ia lulus dengan baik dari tempat ia berkuliah? ~ia duduk termenung lesu dikamar mandi FMIPA, tatapanya kosong, seakan dunia runtuh menghujam tubuhnya tak ada lagi mimpi dihatinya, tak adal lagi yang bisa ia lakukan, semuanya telah terjadi, ia hanya bisa diam dan menangis sembari memegang erat test pack ditanganya disclaimer dilarang membaca novel ini jika anda tidak memiliki kesehatan mental yang stabil, segala tulisan dari novel ini, hanyalah bersifat imajinatif, ambil hikmahnya, buang buruknya, selamat membaca ***hint, novel ini penuh misteri yang perlu kamu cari sendiri makna dan jalan cerita sesungguhnya
All Rights Reserved
#44
reality
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • My Devil Boy
  • SHILA [END]
  • Fake Nerd Girl (COMPLETED)
  • Inersia
  • SAGARA [Completed]
  • AIYARSHA #AlisonSeries1[COMPLETED]
  • School Scandal ✓
  • All Out of Love
  • Absquatulate [Sudah Terbit]

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines