Goresan Pena

Goresan Pena

  • WpView
    LECTURAS 162
  • WpVote
    Votos 46
  • WpPart
    Partes 9
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, ago 4, 2020
Berisi kumpulan puisi dari PenaRii untuk orang-orang yang dikasihi. Berisi ungkapan rasa, cita, dan harapan yang selalu dipendam dalam hati. Tak berani untuk mengungkapkannya walau sepatah kata. Teruntuk kalian yang memiliki perasaan, cita dan harapan yang sama dengan PenaRii, atau pun suka dengan karya ini, bisa langung tambahkan "Gorena Pena" dalam library. PenaRii menulis ini, hanya ingin menuangkan imajinasi yang terkadang meminta dipublikasi :) Salam sayang, PenaRii
Todos los derechos reservados
#182
poetry
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • S T I L L (COMPLETED)
  • Lembut Seperti Doa
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • Bayangan di Baris Penonton
  • ARUNA Dalam Diam, Aku Tumbuh
  • Setelah Langit Berbisik
  • Bumaga i Ruchka
  • Seutas Gelabah

Disclaimer❗❗❗❗❗ [cerita ini merupakan cerita fiksi yang terinspirasi dari puisi yang saya buat sendiri. Bukan hasil plagiat dari siapapun. Karena kebetulan saya suka membuat puisi] jangan lupa vote dan komen ya teman sebagai bentuk apresiasi. ありがとうございます (Terimakasih)😇 Maaf banyak typo, pemula soalnya Harap di maklum🙂🙏 Ada beberapa kata kasar di dalamnya Bijaklah dalam membaca Ambil baiknya buang buruknya yaa 『Puisi di spil di ending🌺』 〖Tapi sebelum kesana baca dulu dari awal biar nyambung sama kisahnya pas nyampe di puisi yaa💕〗 Happy Reading Time❤ 。。。。。 Anaya Aurelia Dela, seorang remaja SMA yang hatinya sudah lama terpenjara oleh sahabatnya sendiri. Zayan Arshaka, seorang lelaki berparas tampan, cerdas, pintar, dan di kelilingi oleh harta yang bergelimang, membuatnya terlihat seperti sosok yang sempurna. Menjalin persahabatan dengan sosok seperti Zayan memang lah tidak mudah, terlebih segala perhatian yang Zayan berikan kepada Anaya telah berhasil membuat hatinya terpenjara. Namun terlalu banyak penghalang bagi Anaya untuk mengungkapkan perasaannya, terutama perbedaan kepercayaan yang sangat jauh bagaikan sebuah tembok raksasa yang berhasil menghalangi perasaannya. Lalu apakah yang akan Anaya lakukan untuk perasaannya? Akankah perasaan yang sedari dulu di pendamnya terbalaskan? 。。。。。 Dilarang keras untuk plagiat!

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido