"OK" Dua huruf yg kukirim sebagai balasan dari apa yg kamu jelaskan tanpa pernah mencoba berhenti sejenak,dan bertanya "mengapa aku menghubungimu?" Karena sebenarnya aku menyapamu untuk menyampaikan segenap rasa yg tak mampu aku kendalikan. Tentang luka yg juga bisa kurasakan,kesendirian,rindu pada seseorang yg telah pergi,atau hanya sekedar ingin ditemani sekali.Tetapi,disetiap aku ingin bicara perihal apa yg sedang kuhadapi,kamu membalas dengan seadanya,bahkan seringnya kamu lebih banyak bicara.Lalu salahkah bila suatu saat nanti aku merasa malas berbicara denganmu?.
Sebuah tulisan yang ditujukan kepada seseorang yang telah membuatku jatuh sejatuh jatuhnya dalam mencintai. Dia yang tak pernah ku sentuh. Dia yang tak pernah menyapa. Dia yang tak pernah berbicara padaku. Aku dan dia yang bahkan tak pernah diberi kesempatan untuk saling mengenal. Aku yang hanya bisa memandangi wajah nya dari jauh. Meski begitu aku mencintainya. Tentang aku yang buruk rupa dengan lancang nya jatuh cinta pada sosok yang rupawan. Dia yang tak pernah bisa aku gapai. Tentang mencintai sendirian sembari menahan rasa sakit yang terasa seperti akan merenggut akal sehat. Dia yang bahkan mungkin mengetahui keberadaanku di dunia saja tidak. Dia nyata namun terasa seperti karakter fiksi bagiku. Ini untuk dia yang ingin kupinta dalam doa namun ternyata aku tidak seberani itu. Tentang aku yang sangat mencintainya meski tak pernah terbalas. Tentang dia yang bahkan lebih mustahil daripada para idol. Tentang dia yang aku cintai dalam diamku. Tentang dia yang inginku jaga dalam doa. Tentang dia yang sangat ingin kumiliki tapi tak akan pernah bisa. Tentang dia yang hatinya tak akan pernah bisa menyatu dengan hatiku. Tentang dia yang selalu menatapku sinis dan dingin. Kisahku dan dia yang tak pernah ada titik terangnya. Tentang aku gadis buruk rupa yang tidak sadar diri ini menyukai pangeran tampan seperti dia. Dia yang juga menjadi tokoh utama dari banyak kisah gadis-gadis lain di luar sana. Tentang dia yang sangat sulit ku lupakan. Tentang dia yang menjadi salah satu alasanku untuk tetap berada di dunia. Aku selalu mengaharapkan kehadirannya dalam hidupku namun dia tak kunjung datang. Inilah kisahku yang mencintai seseorang dalam diam selama satu dekade ini. Seseorang yang membuat ku selalu ingin bertahan hidup hanya untuk melihat akhir dari kisah ini. Meski kisah ini belum sampai ke titik akhir, namun rasa ini harus dipaksa berakhir. Agar aku tidak merasakan sakit lagi. Rasa yang tumbuh dengan sendirinya ini harus dipaksa berakhir juga dengan sendirinya.