Kehadiran Tersirat

Kehadiran Tersirat

  • WpView
    Letture 77
  • WpVote
    Voti 19
  • WpPart
    Parti 4
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, apr 13, 2019
WpInfo
Fanfiction
Ia tumbuh menjadi gadis SMA, namun tak sesempurna pada umumnya. Berada di lingkungan mencekam, membuatnya susah membaur diri. Semenjak perceraian kedua orangtuanya membuat ia jatuh dalam keterpurukan. Kekayaan yang melimpah hilang sekejap. Hutang Mama ditagih kiri-kanan tanpa henti semenjak perceraian. Tiada yang tahu seberapa kelamnya ia. Seseorang menghampirinya, menyapanya, mencoba menghangatkannya, namun nihil. Tetap saja ia tak menyerah. Dibalik cerita, hidupnya memang terbilang damai, meski sederhana. Gadis itu autis. Ia tak mudah membaur sejak dulu. Apalagi ditambah dengan trauma-trauma masa lalu yang menggambarkan kekerasan. Hanya itulah yang ia rasa. Kegelapan. Orang dibalik gadis itu mulai mengirim surat setiap harinya, menyembunyikan identitasnya, dan membuka jalur gadis itu untuk melihat dunia secara luas, yang pada akhirnya mereka saling berkomunikasi dalam surat. Setiap saat. "Tahukah ada hal yang lebih menakutkan dibanding masa lalumu." "Apa?" "Orang yang tak pernah berani melihat dunia bahwa jalanmu masih banyak untuk mendapat kebahagiaan, namun kau menutupinya."
Tutti i diritti riservati
#937
time
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Fase dalam Lingkaran [Selesai]
  • Amelia
  • Alenara; Living in a Fairy Tale
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • Alamanda (Telah Terbit)
  • Let Me Love You Longer
  • »The Love Behind Secrets!
  • SMARA DIKTA

[Trigger / content warning: domestic violence, self injury, negative vibes] Sejak di-PHK, Ayah berubah 180 derajat. Ladin tidak lagi melihat sosok wibawa pada ayahnya karena yang dilakukan Ayah sekarang hanya marah-marah, judi, dan mabuk. Ibu akhirnya harus menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga karena Ayah enggan kembali bekerja. Ladin bukan termasuk orang pendiam, tapi sejak dulu ia tidak pernah menyuarakan emosinya. Oleh karena itu, melukai tubuh kerap kali dijadikannya jalan pintas untuk menuntaskan emosi. Tidak ada ruang untuk Ladin dapat bercerita. Dunia terlampau sibuk hingga tak berkenan mengurusi perempuan kecil yang bukan siapa-siapa. ----- "Katanya, beberapa mahasiswa psikologi itu lagi berobat jalan?" ----- Cerita ini adalah fiktif. Background cover credit to owner (I am sorry because I can't find the artist)

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti