Groaning Heart

Groaning Heart

  • WpView
    Reads 1,258
  • WpVote
    Votes 174
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 25, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Bathari menyeka air matanya. "Aku hamil, Bar." Baruni keluar dari tempat persembunyiannya dan melayangkan kepalan tangan ke wajah Baruna. "Akhhh..... Hidungku." Baruni tidak mempedulikan teriakan Baruna, ia justru semakin meradang. "Kalau Mbak Ari tidak butuh suami, sudah aku cabik - cabik kamu, nikahi dia atau mati!" "Baiklah kalau itu maumu,,aku akan menikahi Bathari." Aku mencintaimu, dulu. Aku menyukaimu, dulu. Dulu, kau begitu mempesona. Dulu, kau begitu kupuja. Aku membencimu, kini. Kini, hatiku merintih pedih.
All Rights Reserved
#2
rintih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KEAJAIBAN IV
  • Possessive Boss
  • Kesempatan Kedua
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Marvelous
  • MEMBUAT SUAMI MENYESAL
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • ANGGI MAHARANI
  • After Meet You

Kisruh Semua kejadian berawal di malam minggu. Saat Rendhy pulang dari meeting dengan kliennya. Dia tidak memenuhi janjinya datang ke rumah mama malam itu. Aku gondok. Dan menunggu dia datang di kamar sambil menonton tivi. Rani dan Wira, si kembar sudah kutidurkan dari tadi. Lagipula ini sudah larut. Pukul 10.53 menit malam. Rendhy akhirnya pulang. Masih dengan kemeja yang tadi sore dikenakannya, dia kelihatan sangat capek. Lengan kemejanya sudah tergulung sampai ke siku. Aku sengaja mematikan lampu kamar dan hanya menyalakan lampu tidur yang samar-samar. Suara tv memang ku setel pelan. Rendhy pasti mengira aku sudah tidur. Dia membuka pakaian, mengenakan piyama, terus ke kamar mandi. Sesaat dia naik ke tempat tidur. Aku menyapanya. "Mas, koq pulang malam? Meetingnya lamanya?" Rendhy kaget dan menoleh ke arahku. "Kamu belum tidur", sapanya sambil mengecup keningku. "Ya belumlah, kan aku nungguin kamu. Aku khawatir tadi kamu kenapa-napa. Mau hubungi kamu handphone kamu ketinggalan".

More details
WpActionLinkContent Guidelines