Story cover for Groaning Heart by Om_Stev
Groaning Heart
  • WpView
    Bacaan 1,253
  • WpVote
    Undian 174
  • WpPart
    Bahagian 6
  • WpView
    Bacaan 1,253
  • WpVote
    Undian 174
  • WpPart
    Bahagian 6
Sedang Ditulis, Pertama kali diterbitkan Apr 03, 2019
Bathari menyeka air matanya.

"Aku hamil, Bar."

Baruni keluar dari tempat persembunyiannya dan melayangkan kepalan tangan ke wajah Baruna.

"Akhhh..... Hidungku." 

Baruni tidak mempedulikan teriakan Baruna, ia justru semakin meradang.

"Kalau Mbak Ari tidak butuh suami, sudah aku cabik - cabik kamu, nikahi dia atau mati!"

"Baiklah kalau itu maumu,,aku akan menikahi Bathari."




Aku mencintaimu, dulu. 
Aku menyukaimu, dulu.
Dulu, kau begitu mempesona.
Dulu, kau begitu kupuja.
Aku membencimu, kini.
Kini, hatiku merintih pedih.
Hak Cipta Terpelihara
Daftar untuk menambahkan Groaning Heart pada pustaka anda dan menerima kemas kini
atau
#22rintih
Garis Panduan Isi
You may also like
(LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant) oleh itira17
32 bahagian Cerita Lengkap
(SELESAI REVISI, SEDIKIT BERUBAH CERITA ALURNYA. CERITA SUDAH SELESAI DAN LENGKAP. HANYA DI POST DI WATTPAD) ❗❗❗ Cerita ini membuat diabetes. Dan ini cerita ringan. Author membuatnya karena ingin cerita yang manis ❗❗❗ --- "Kalau begitu, Anda bisa bantu saya," kata Arjuna, suaranya tenang namun penuh tekanan. "Apa?" tanya Yena pelan. "Anda... jadi istri saya." "Hah?" Yena nyaris berbisik. Jantungnya berdetak cepat, kepalanya terasa pening. Apa dia tidak salah dengar? Seorang Arjuna, duda beranak satu, adik angkat dari sahabat ayahnya-Reyvan dan Rezka-serta om angkat dari pacarnya sendiri, Alvano, meminta dirinya menikah? Gila. Pria ini sudah gila. Yena ingin tertawa, tapi tenggorokannya kering. Anak Arjuna bahkan hampir sebaya dengannya. Dan yang lebih parah, dia sudah punya pacar-Alvano. Dia mengumpat dalam hati. Seandainya saja hari itu dia tidak membuka pintu ruang dosen secara sembrono dan melihat dosennya itu dalam kondisi-sial-telanjang bulat, mungkin dia tidak akan berada dalam situasi ini. Terjebak. Arjuna semakin mendekat, mengikis jarak di antara mereka. "Bagaimana, Bu Yena?" suara Arjuna terdengar tenang, tapi ada sesuatu yang mengintimidasi di baliknya. "Apakah Anda bersedia membantu saya? Atau..." Dia menggantungkan kalimatnya, matanya menatap tajam. "Saya tidak akan membiarkan Anda keluar." Yena menggigit bibir. "Itu kan salah Anda sendiri," ucapnya, suaranya sedikit parau. "Anda yang tidak mengunci pintu kalau Anda mau... seperti itu." Wajah Arjuna tetap datar, tapi ada sesuatu di dalam matanya yang sulit Yena pahami. Pria itu semakin mendekat. Jarak mereka nyaris tidak ada. Tangan Arjuna terangkat, jari-jarinya yang besar meraih dagu Yena dengan lembut namun kuat, memaksanya menatap pria itu. "Kalau Anda tidak mau," bisik Arjuna, "mulai saat ini hidup Anda akan berbeda, Bu Yena." Yena menelan ludah. "Apa maksud Pak Juna?" tanyanya, suaranya sedikit bergetar. Arjuna tersenyum. Senyum yang membuat Yena... menahan napa
PEREMPUAN YANG MENCINTAI HUJAN oleh Puspa_Seruni
54 bahagian Cerita Lengkap Matang
Semua orang menunggu dengan dada berdegup kencang. Kabar yang berembus sejak semalam tentang badai yang mengamuk di tengah lautan, membuat masyarakat pesisir pantai dilanda kecemasan. Begitu juga dengan Sekar, anak perempuan Haji Zainal juragan kapal, dirundung kegelisahan. Ia tak bisa nyenyak tidur semalam, pikirannya terus saja melayang pada Azzam yang terombang-ambing di atas kapal. Saat mentari belum sepenuhnya terjaga, Sekar berlari menuju dermaga. Kakinya melangkah cepat. Gerimis dari sisa hujan semalam tak dihiraukannya. Panggilan Haji Zainal juga tak digubrisnya. Pelabuhan telah ramai orang menunggu dalam diam. Semua mata memandang ke arah lautan dengan tatap penuh pengharapan. "Cuaca sedang tidak bagus, Bang. Angin barat mulai datang." Sekar menjawab sambil merunduk saat Azzam berpamitan di halaman belakang. Azzam yang kala itu harus mengambil jaring di gudang belakang, tanpa sengaja bertemu dengan Sekar. "Doakan saja Abang, ya. Insya Allah tidak ada apapun yang akan terjadi." Suara Azzam bagai obat penenang bagi Sekar, gadis itu mengangguk perlahan. Ikhlas melepas kekasihnya pergi berlayar ke tengah lautan. Sekar sudah merapal doa sepanjang siang, bahkan hingga malam. Apalagi ketika hujan deras mulai turun disertai angin kencang, Sekar tak henti memutar biji tasbihnya, mendoakan sosok lelaki yang ia harap kelak menjadi imam dalam hidupnya. Sekar mengusap matanya yang basah. Matahari telah sepenuhnya menampakkan diri, membelai kulit Sekar yang mulai kemerahan. Banyak kapal yang sudah bersandar, tetapi kapal yang dinaiki Azzam belum keliatan ujung haluannya. Seseorang menepuk bahunya, ia menoleh. Haji Zainal telah berdiri di belakang Sekar menyusulnya. "Ayo, pulang, Nduk. Apa yang kau cemaskan?" Sekar tidak menjawab ajakan bapaknya, matanya tetap awas mengamati satu persatu perahu yang mulai menurunkan jangkarnya. Semua orang tersenyum penuh kelegaan, kecuali dirinya yang masih termangu di ujung dermaga menunggu kepulangan Azzam.
Cinta Dua Negara oleh dinaaa313
49 bahagian Sedang Ditulis
* Disarankan untuk membaca "Rasa Punya Nadira" dan "Nadira Beserta Bahagia Miliknya" terlebih dahulu supaya bisa lebih runtut ceritanya 😊 ***** Tipe istri idaman seorang Adrian adalah seorang gadis yang begitu taat pada agamanya, serta sangat bisa untuk bersikap dewasa seperti Nadira. Adrian masih patah hati luar biasa. Tapi ternyata, rumitnya kehidupan Adrian tak berhenti pada saat pernikahan Nadira. Sebab hari Adrian seakan berubah ketika Alan yang merupakan suami Nadira menghubunginya, dan berkata : "Adrian." "Kenapa, Bang?" "Jemput adek Abang di Bandara." "Yang bener aja, Bang. Aku di Australia. Masa iya, aku harus terbang ke Indonesia dulu buat jemput Jihan?" "Bukan Jihan." "Terus?" "Makanya, punya HP jangan dianggurin. Jadi nggak tahu kalau ada orang kasih kabar." "Coba jangan bertele-tele apalagi mau nantangin aku berantem, Bang." "Buka pesan dari Abang sekarang juga. Dan jemput adek Abang di Bandara. Karena dia sudah sampai di Australia. Jangan lupa, titip dia." "Eh, bisa-bisanya enteng banget bilang titip-titip tanpa ada kabar apa-apa." "Kan, ini udah bilang." "Nggak bisa. Aku nggak mau ya, Bang. Lagian, ngapain dititipin ke aku?" "Biar kamu bisa cepet move on dari istriku." Astaga. Sekali lagi harus Adrian katakan, bahwa wanita sholihah idaman Adrian adalah Nadira yang saat ini sudah jelas jadi istri sah Dokter Alan. Tapi kenapa seseorang yang hadir dalam hari-hari Adrian setelahnya, justru gadis belia yang sering sekali bertindak kekanakan dan berisiknya masih seperti anak SMA? Apakan tipe 'Bocah Rusuh' bisa meruntuhkan tembok begitu besar yang telah Adrian bangun setelah patah hatinya bersama Nadira? Apa negara Australia akan menjadi pelabuhan terakhir mereka? Atau tetap Indonesia yang akan jadi tempat ternyaman untuk kepulangan keduanya? Dan ingat lagi kata Nadira : Kalau Dira sudah bahagia, maka harusnya, Kak Dria juga segera merasakannya. Start : 8 November 2023 End : -
You may also like
Slide 1 of 8
Suamiku Amnesia (REPOST) cover
Menikahi Sahabat Ibuku cover
ANGGI MAHARANI cover
After Meet You cover
KEAJAIBAN IV cover
(LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant) cover
PEREMPUAN YANG MENCINTAI HUJAN cover
Cinta Dua Negara cover

Suamiku Amnesia (REPOST)

24 bahagian Cerita Lengkap Matang

Follow dulu sebelum baca! Naila yang sejak dulu selalu menerima hinaan dari Darel terpaksa harus menikah dengan pria itu akibat mereka kepergok warga sekitar tengah berbuat hal tidak senonoh di dalam mobil. Saat itu Naila terpaksa menerima tawaran Darel untuk menjadi jalang pribadinya demi sang Ibu. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah diam-diam, bahkan tanpa sepengetahuan orangtua Darel. Sampai suatu hari Darel tiba-tiba hilang ingatan. Apakah Naila akan memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur dari kekangan Darel yang hanya menganggapnya sebagai pemuas nafsu saja? Atau justru memilih bertahan sembari membantu Darel mengingat kembali tentang pernikahan rahasia mereka. "Bayi ini anakmu, Nai?" -Darel- "Iya." -Naila- "Siapa ayahnya?" -Darel- "Kamu tidak perlu tahu!" -Naila-"Kenapa anakmu begitu mirip denganku? Oh, atau jangan-jangan dia adalah anak dari papaku? Cih, jadi sekarang kamu menggantikan ibumu menjadi simpanan papaku? Dasar tidak tau malu, ibu dan anak sama saja!" -Darel- "Bagaimana bisa kamu langsung menyimpulkan kalau anak ini adalah anak dari papamu? Hanya karena anak ini begitu mirip denganmu? Dasar gila!" -Naila- "Sudahlah, jangan mengelak lagi. Sudah pasti dia adikku, dasar murahan!" -Darel- "Terserah, capek ngomong sama batu. Tapi yang pasti, anak ini bukan anak dari papamu!" -Naila-