Untuk Kenzo

Untuk Kenzo

  • WpView
    Reads 148
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 5, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Dia sudah pergi dan mungkin tak akan bisa kembali.Lewat tulisan ini aku hanya ingin mengenang semua yang pernah kita lewati.Maaf dulu aku tak merasa.Maaf aku terlalu menyepelekan.Sungguh aku memang bimbang.Dan kini,dia pergi.Semoga dia bisa membaca dari atas sana.Mengerti bahwa namanya tersimpan tersendiri di dalam hati ini.Dan berkata 'aku menunggu di sini'. *** Ini tentang Dia yang selalu menjadi tameng untuknya,menghibur saat lara menyapa,dan mengalah asal 'nya' bisa bahagia.Dia dinilai penuh keegoisan,memiliki ambisi besar dan menyeramkan.Tapi siapa sangka,lelaki yang dipandang lebih unggul dalam sebuah kesabaran nyatanya adalah orang yang membuat'nya' mengeluarkan tangisan,dan membuat 'Dia' lagi lagi harus siaga. Yang tertulis,tentang kenzo yang harus lapang dada menanti rasya,tentang adnan yang harus memilih antara cinta dan kemanusiaan,juga tentang rasya yang harus menyesal setelah kenzo tenang,yang membuatnya menjadi salah walau menurutnya itulah yang benar. Di cerita ini bakal banyak konflik ya:))
All Rights Reserved
#172
rasya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sejenak Luka
  • Juan [REVISI]
  • DENNIES
  • RHEA [Completed]
  • Friend's Zone's
  • You are in my past and my future [END]
  • Haruskah Aku Bertahan?
  • About kevin (End)✅
  • verlies

"Jean, Nara pinjam uang boleh? Uang jajan Nara dipotong ayah karena nilai ulangan fisika Nara turun jadi 85." "Jean, Nara boleh nebeng pulang di motor Jean, nggak? Bentar lagi ujan, Nara gak punya uang naik angkot." "Jean, boleh pinjam baju olahraga? Punya Nara disobekin sama temen-temen Nara." "Jean, kata temen Nara, Nara gak pantas jadi kakak Jean. Itu benar, ya?" "Kenapa Jean dan Arkan selalu jahat ke Nara?" *** Naraka tidak pernah mengeluh, kendati sakitnya sejak kecil tak pernah luruh. Naraka tidak iri pada saudaranya, kendati takdir begitu keji untuknya. Naraka menyayangi ayahnya, Arkan, dan Jean. Mirisnya, semuanya tidak pernah menginginkan entitas Naraka di hidup mereka. Karena Naraka cacat. Penuh cela. Naraka dibenci. Naraka disiksa. Naraka ditinggal. Naraka tidak memiliki alasan lagi untuk bertahan dengan luka. Temukan kisah perjalanan hidup Naraka bersama orang-orang tersayangnya di semesta. Membawa sejenak luka lalu pergi menghampirkan duka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines