We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
RAPUH

RAPUH

  • WpView
    Reads 983
  • WpVote
    Votes 172
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 1, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Dia hadir sebagai penenang dalam ketakutan ku namun dia juga sebagai pengusik di kala sepi ku, dia selalu ada untuk ku tapi itu dulu, dulu sekali hingga aku ingin itu kembali terulang. Ketika ada seseorang yang menghampirinya dan mencoba dekat dengannya aku takut, takut akan rasa yang sudah ia berikan padaku luntur begitu saja. Dan ketakutan ku terjadi kini ia tak lagi bersamaku hanya bertegur sapa di kala kita bertemu, tidak berbincang apalagi bercanda gurau. Aku rindu kamu, Reza alganara. #Ana Maurinda
All Rights Reserved
#236
reza
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nada Rahasia di Antara Kita
  • ALENA &  ALDO
  • perjalanan menuju " cinta "
  • Tuan R
  • Love Or Hate(End)
  • Adi, Una dan Arya (Komplotan Pejuang Nilai)
  • The Ice Boy [END]✔️
  • Ketika Kelinci Jatuh Cinta
  • Raka
  • DIANA IS MINE (COMPLETED)✔

dari semua rumus matematika yang pernah ku pelajari, cuman satu yang belum bisa kupahami: kenapa hati bisa deg-degan tiap kali lihat sahabat sendiri jatuh cinta. Namaku Aluna. Di sekolah, orang orang manggil aku "ratu matematika"-judul yang kuterima bukan karena aku suka, tapi karena aku selalu jadi andalan pas ujian. Sahabatku ada dua: Arsen dan luci. Kami bertiga kayak sudut segitiga sama sisi-saling seimbang, saling menguatkan. Arsen, ketua OSIS merangkap bintang Pramuka, jago main gitar, dan gak pernah kekurangan kata-kata buat pidato. luci, cewek yang seolah punya dunia sendiri-bakatnya di gambar, suara merdunya, dan aksen Inggrisnya yang bikin guru pun diam. kami bertiga sudah bareng sejak kelas 10. dan di kelas 11 ini, semuanya masih sama. sampai satu hari, Arsen bilang sesuatu yang mengubah semuanya. "lu," katanya pelan waktu kami duduk di tribun belakang sekolah, "gue rasa... gue suka Luci."

More details
WpActionLinkContent Guidelines