Timing Is Everything

Timing Is Everything

  • WpView
    Reads 217
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 7, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
AKANKAH MEREKA BERUBAH KARENA WAKTU. Waktu, yang tak akan pernah kembali.... lembaran kisah, akan segera usang atau menjadi kenangan, PAHIT...MANIS...GELAP dan TERANGNYA akan menjadi cerita..... ●Tentang perjalan yang belum usai ●Tentang perjuangan disetiap detiknya WAKTU, dimana kau menjadi berubah Ia yang bisa menjadikanmu shaleh Bahkan Ia yang bisa menjadikanmu kufur ... WAKTU, ia yang akan menjadi hakim mu kelak Kau hiasi Ia dengan kemunafikanmu Dan kau arungi Ia dengan segala kemungkaranmu. Menepilah wahai hamba Allah ! Menepilah bersama Waktu ! Rangkul lah Ia, Peluk lah Ia selayaknya engkau bersama kekasihmu ... UPDATE slow very slow 😊 Syukron
All Rights Reserved
#494
quetes
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • ABBIYYA AL-FARIZI [TERBIT]
  • The Hidden [SUDAH TERBIT]
  • Takdir From Allah (Revisi)
  • About Time [SUDAH TERBIT]
  • Aurellia, Love Story
  • My Wife Airin's Secret  { END }
  • My Sweet Imam [SELESAI]
  • KETIKA HATI HARUS MERELAKAN
  • Penantian Halalku

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines