My Mine Aldean

My Mine Aldean

  • WpView
    Reads 168
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 11, 2019
••Aku itu seharusnya dinobatkan sebagai pahlawan. Karena dalam memperjuangkan cintamu dibutuhkan usaha, keringat dan air mata~ Amelia ••Kadang Hati Terasa Lebih Berdebar Jika Tangan Saling Terpaut Dalam Genggaman. Karena Romantis Tak Selalu Soal Ciuman~ aldean 05.april.2019 "Jangn lupa kasih kritik dan saran ya, karena aku butuh kritik dan saran dari kalian"♡
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BULAN (END)
  • Because I'm Stupid (End)
  • Can I fall in love
  • Tiga Belas Misi ✔️
  • ALNAYA [COMPLETED]
  • Can Be With Love ✅
  • Antariksa yang kelabu
  • ILY Alfarel [Terbit]
  • Bad Boys VS pembasmi playboy [Compeleted]
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun

Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines