Proditor!

Proditor!

  • WpView
    Reads 171
  • WpVote
    Votes 58
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 13, 2019
Aku mulai melangkahkan kakiku melewati gang kecil yang sangat gelap. Ingatanku pun sedikit kembali mengulang peristiwa itu. Aku terus melangkahkan kakiku, hingga aku tahu bahwa ternyata gang ini adalah jalan buntu. Seketika tubuhku lemas dan keringat dingin. Bayangan peristiwa itu semakin menghantui pikiranku. Dalam keadaan tubuhku yang sudah melemas, kurasa aku sudah tak sanggup untuk berjalan. Air mata mulai menghujani wajahku, hingga terdengar suara langkah kaki seseorang mendekat. Ketika langkah itu terdengar semakin jelas dan kurasa ia sekarang sudah tepat di depan ku, Tiba-tiba Lampu remang-remang mulai menyala, langsung ku lihat siapa orang dihadapanku ini. "Gue rasa kita gak perlu kenalan lagi?" ucapnya membuatku gemetar, wajahnya menyiratkan kemarahan besar. "Lo kenapa?" tanyaku takut dan juga bingung maksud perkataannya. "Lo tanya gue kenapa? Lo yang kenapa! Lo yang kenapa hancurin hidup gue, lo rebut Rey dari gue, lo rebut semua yang gue sayang, sampai perhatiannya Zevan pernah lo rebut dari gue!" bentak seseorang dihadapanku dengan air matanya yang mulai turun. "Mm-maaf." Aku menunduk tak berani menatap mukanya lagi, hanya kata maaf yang dapat ku katakan. Aku benar-benar tak menyangka akan jadi seperti ini. "Maaf kata lo? Lo udah terlalu menyiksa gue selama ini," ucapnya beserta isakan tangisan, setelah itu ia mengeluarkan sesuatu dari belakang tubuhnya, "Mungkin dengan ini, luka yang gue rasain akan sembuh dan gue bisa maafin lo." Ia menarik daguku untuk memperlihatkan benda yang ia ambil tadi. Betapa terkejutnya aku, itu adalah pisau yang sangat tajam. "Selamat tinggal Shireen Anastasya."
All Rights Reserved
#4
shireen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • Pelangi Di Matamu
  • Because I'm Stupid (End)
  • Nissa & Nathan (COMPLETED)
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • DIRA  [HIATUS DULU]
  • ICE BOY (SUDAH TERBIT)
  • Tokoh Utama
  • SamLova [Terbit]

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines