Story cover for Raika by SelvianaBintang
Raika
  • WpView
    Reads 47,637
  • WpVote
    Votes 3,198
  • WpPart
    Parts 66
  • WpView
    Reads 47,637
  • WpVote
    Votes 3,198
  • WpPart
    Parts 66
Ongoing, First published Apr 04, 2019
Namaku Raika,berumur 15 tahun,kelas sepuluh atau biasa disebut kelas 1 SMA,Rambutku panjang ikal berwarna hitam,di sekolah baruku, aku hanya  memiliki satu teman dekat.Awalnya aku hanya seoarang siswi pelajar SMA yang biasa-biasa saja,pelajar yang selalu datang terlambat kesekolah,tidur dikelas dan tidak lernah mengerjakan PR.
Sampai aku tidak sengaja memakai jam yang seharusnya tidak kupakai.Entah teknologi canggih apa yang mereka buat pada jam itu hingga bisa berubah menjadi sebuah kacamata,dan ketika aku memakainya aku seperti bisa melihat apa yang akan orang lakukan ke depan, bisa melihat sesuatu yang kucari dalam jarak jauh, dan hal-hal hebat lainnya.

Mereka bilang aku adalah orang terpilih, orang pertama yang sudah di pilih langsung oleh jam tersebut.Siapa sangka,penjelasannya ternyata lebih rumit dari sekedar orang terpilih.

Semua berlalu begitu cepat, hari demi hari,minggu demi minggu,dan bulan demi bulan.

Aku Raika,percaya tidak percaya aku dapat mengeluarkan air melalui tangan .
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Raika to your library and receive updates
or
#607penjahat
Content Guidelines
You may also like
REBEL HEART "The Beginning Of Rhythm" by attyyyyyya
16 parts Ongoing
"Di usia 17 tahun, Rei dihadapkan pada kekacauan yang mengubah hidupnya selamanya. Setelah diadopsi oleh Charles Simbolon, Rei harus beradaptasi dengan keluarga baru yang penuh rahasia dan menghadapi misteri tentang identitasnya yang hilang. Dengan konflik keluarga yang memburuk, tekanan sekolah yang meningkat, dan percintaan yang kompleks, Rei harus menemukan jati dirinya dan menghadapi tantangan yang akan datang. Tapi, apa yang akan terjadi ketika Rei menemukan kebenaran tentang dirinya yang bisa mengubah segalanya?" "Tok tok tok....." "permisi" Guru itu menoleh "yah ah aku sudah menunggumu masuklah " ucap guru laki-laki paruh baya sekitar 40 tahunan dengan kacamatanya. ketika aku masuk,Semua hening. Entah kenapa aku merasa ada yang tidak beres. Aku melihat sekeliling dan terfokus pada satu laki-laki berambut kecoklatan dengan baju yang tidak rapi. Laki-laki itu menyeringai padaku. Dan tersenyum mengejek. "kayak nya dia blesteran deh dilihat dari tampilannya" batinku "sombong banget tu gaya "batinku lagi "Nah perkenalkan dirimu nak"ucap pak Deri. "Perkenalkan nama saya Amore Catherine atau sering di panggil Rei ,dari pindahan SMA jelita. "Class have the question?ujar pak deri "Ketua kelas?" Tanya pak Deri lagi "How many men have you slept?" Ucap laki-laki berambut coklat itu dengan muka congahnya. "Woooohhh........."teriak anak laki-laki lainnya Aku tidak percaya bagaimana bisa laki-laki itu bertanya hal itu dengan santai. ..........................
You may also like
Slide 1 of 6
Im not alone cover
WIZARD (Broken Butterfly) END cover
my true love is different from the others cover
Little Agent cover
REBEL HEART "The Beginning Of Rhythm" cover
AVALON AGENCY | AvA cover

Im not alone

13 parts Complete

semua murid di kelas riuh berbisik-bisik dengan teman sebangku.. tampan, cool, keren berbagai pujian yang aku dengar dari mereka membuat ku menatap menerawang kearah nya... tanpa sengaja dia melihat ke arah ku membuat ku tersentak kaget dan menunduk malu karna terpergok memperhatikannya. "hemm... kamu bisa duduk disana tsubasha-kun" kata sensei Miya mempersilakan duduk setelah menemukan kursi kosong di ujung baris paling belakang dekat pintu belakang kelas , terpisah lumayan jauh dari tempat ku duduk. *NB :setiap kelas memiliki 2 pintu keluar, di depan dan belakang* Kami mengikuti pelajaran dengan serius, bel tanda istirahat pun berbunyi.. seperti biasa murid pindahan baru akan menjadi mangsa buat anak-anak di kelas ini.. dia di kerumuni hampir semua anak perempuan dan laki-laki, pertanyaan demi pertanyaan bertubi-tubi diluncurkan..aku hanya melihat dari kejauhan memandangi dia yang di kerumuni, tak lama haruka menepuk pundak ku mengajak bergabung dengan anak-anak lain.. aku pun menuruti nya namun hanya ikut berbaris mendengarkan pertanyaan dan jawaban yg diluncurkan kearah Key. Jawaban nya masih sama seperti awal perkenalan didepan kelas, begitu singkat dan seadanya.