Dreamcatcher

Dreamcatcher

  • WpView
    Leituras 114
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, mai 12, 2019
Semua adalah tentang mimpi, halus dan tak terasa ia akan segera berlalu. Menjalani tanpa sedikitpun rasa kecewa maupun kesedihan. Semua berjalan dengan baik, penuh kebahagiaan dan senyuman. Hingga suatu hari itu datang, meremukkan semua tulang penyangga alam mimpi itu, menghancurkan semuanya, menyapu kebahagiaan dengan kesedihan dengan api yang membara menyelimutinya. "kau sangat cantik." Ada secuil rasa bahagia yang menyelimuti kesedihan disana. Kuluman senyum yang tak dapat ditahan akhirnya berubah menjadi nyata. Gadis kecil itu tersenyum bersama air mata yang membanjiri kedua pipinya. "Mari kita bertemu lagi dan menikah ketika dewasa nanti."ucapnya lagi hingga membuat gadis itu sesak "sst...jangan menangis nanti-" "hiks...hiks...tidak bisa, aku tidak bi..hiks sa aku lebih memilih Fajar..hiks aku akan pergi." Kedua mata anak laki-laki itu terasa memanas, ia hancur mendengar semuanya. "Bu-" Gadis kecil itu berlari begitu saja meninggalkannya yang hendak kembali berbicara namun diurungkannya. "Aku tak mengerti kenapa ini? seperti ada yang sangat sakit didalam sana, namun tak terlihat berdarah."
Todos os Direitos Reservados
#989
siblings
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Naomi Life's Story
  • Kuas,Cat dan Cinta
  • Secangkir Teh
  • If we can together
  • Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)
  • Maafkan Aku
  • Remember?

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo