Janda Kemboja

Janda Kemboja

  • WpView
    Reads 1,694
  • WpVote
    Votes 104
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 4, 2019
Tiga hari menikah, satu fakta tersibak. Suamiku pernah menjalin hubungan dengan sahabatku--bahkan punya anak darinya. Sejak itu, aku tahu rumah tangga tak akan berjalan baik. Aku menutupinya. Pekerjaan rumah tangga hingga melayani suami, kulakukan sebaik sebisaku. Kujalani seolah aku buta dan tuli. Kubunuh rasa iba tiap melihat sahabatku kesusahan memerankan orang tua tunggal. Aku juga menderita, ingat? Namun, aku sampai pada kecemburuan. Aku membandingkan. Aku merasa amat buruk. Aku merasa tidak dicintai. Dan tiba-tiba saja, semuanya tidak beres. Aku keguguran. Semua orang tampaknya menyalahkanku. Suatu hari sahabatku menitipkan anak, aku memukul anak itu dan mengurungnya di kamar mandi. Kupastikan dia tidak berani mengadu. Aku tidak bisa lagi tersenyum untuk suamiku. Kulakukan semua terpaksa. Aku terus melabeli diri, aku yang paling menderita. Hingga aku benar-benar kehilangan duniaku. Suamiku. Dia mati. Karena diriku. Dia mati karena aku. Tanpa sempat bahagia dengannya. Tanpa dia tahu, aku tetap sayang padanya meski masa lalunya begitu. Dengan semua kesialan ini, haruskah aku percaya Tuhan benar-benar ada? #JandaKemboja
All Rights Reserved
#23
single
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Happier Than Ever [COMPLETED]
  • Cita Cinta Jenna
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • Mantan Housekeeper Bos! (Housekeeper Series)
  • (Bukan) Keluarga
  • FAITH: My Second Marriage (Buku Ready)
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • RUANG KELABU  [TAMAT]
  • ALTER EGO (TAMAT)
  • Dendam Dan Cinta

Dia yang kupercayai sebagai pemilik hati ini seutuhnya. Namun dia juga yang menghancurkanku hingga menjadi butiran debu. Melupakan memang takkan pernah mudah. Merelakan yang pernah ada, menjadi tidak ada adalah kerumitan yang belum tentu dia tahu rasanya. Aku masih bertanya-tanya dalam hati, mengapa semua harus berakhir sesakit ini? Dan apa tujuannya selama ini? Bukankah kita berjanji untuk saling menyembuhkan? Tapi tenang saja, aku telah berjanji pada diriku. Aku akan menyembuhkan lukaku sendiri, tanpa bantuan orang lain. -Qaeera Atthifa Hani Aku tak mengerti, mengapa aku yang tak mudah tergoda ini malah begitu saja terjebak dalam perhatian dan tindakannya yang berbeda dari yang lain. Dia yang mencuri hatiku sejak pertama kali aku melihatnya. Bahkan saat aku sama sekali belum mengetahui namanya. Rasa ini telah singgah di hatiku selama sewindu. Entahlah ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama atau hanya rasa penasaranku terhadap dirinya yang tak pernah bisa kumiliki. -Parama Randy Wardhana

More details
WpActionLinkContent Guidelines