We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
[SLS]●Nathasya

[SLS]●Nathasya

  • WpView
    Reads 763
  • WpVote
    Votes 106
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadComplete Wed, Apr 24, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Lo harus ganti hp gue yang rusak titik!" Asya memutar bola matanya "berapa emang harga hp lo?" "12 juta" hampir saja bola mata Asya keluar dari tempatnya. 12 juta? Pemuda itu bilang 12 juta? Yang benar saja hanya sebuah benda mati dengan ukuran kecil itu berharga 12 juta? Bahkan jika uang segitu banyaknya ia belikan mie instant pasti sudah ratusan kardus memenuhi kamar nya. Gimana kelanjutannya nih? Mau tau? Baca aja Okeh?:)
All Rights Reserved
#77
ceritawattpad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Empty | 00L NCT Dream
  • Lantas (END)
  • Agatha [ End ]
  • Dari Nadya Menjadi Salsa Bersama Aidyn
  • Belongs to the Male Lead
  • Albel
  • TAMARA
  • The Mystery Of Nusa Bangsa School
  • BAPER [COMPLETED]
  • Qalbu {Terbit}

Di panti asuhan adalah hal yang bahagia untuk mereka. Byan yang tidak tau keberadaan kedua orang tuanya dan hanya di nafkahi oleh kakek dan neneknya yang sedang mengurus perusahaan di luar kota bahkan luar negeri, Arlen yang jarang bisa merasakan kehangatannya sebuah keluarga dan hanya bisa merasakannya saat runtuh atau berhasil, Galih yang merupakan anak dari ibu dan bapak dari panti asuhan dan merupakan anak tunggal, dan yang terakhir adalah Juna yang tidak tau arti kehangatan keluarga sebenarnya itu apa. Punya banyak teman, punya adik-adik asuh, juga bertemu dengan banyak orang tua yang terpaksa menitipkan anaknya ke panti untuk urusan di luar kota bahkan ada yang sampai di luar negara. Bagi Byan, bertemu dengan teman-temannya adalah keberkahan sesungguhnya. Kalau ada yang mau merawatnya pun, dia tak butuh. yang di butuhkan adalah tiga sahabat nya. Mereka sudah saling bergantung satu sama lain. Bahkan kalau bisa, Byan menyerahkan hidupnya demi kebahagiaan sahabatnya. "Sahabat gue harus tau rasanya kebahagiaan." -Byan "Kita itu satu. Kita tetap kita. Empat tetap empat. Ga kurang, ga lebih." -Arlen "Yang gue butuh itu kalian. Gue butuhnya kalian. Selain kalian, ga ada lagi!" -Galih "Dari kecil bareng, sedih bareng, main bareng, nangis pun bareng. Makan aja kadang bareng. Kalau mati? gue sendiri aja. Lo semua bahagia aja dulu, ya?" -Juna [100% FICTION] [Friendship] [Harsh words]

More details
WpActionLinkContent Guidelines