MY SHADOW
  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 6, 2019
"GADIS MISTERIUS" "anti bersosialisasi di lingkungannya, tak pernah berada di posisi keramaian bahkan tidak menunjukkan diri melalui sosmed. Bully-an dan caci-an cemilan sehari hari. tetapi memiliki kelebihan di luar nalar orang normal yang di milikinya menjadi tiang tegak kehidupannya" ••• "memiliki wajah yang diimpikan orang banyak namun,dia tidak ingin memilikinya. cara untuk menutupi inner beauty dari lahir ia selalu menutupi wajahnya dengan rambut yang terintai sebahu apabila berinteraksi" °°° "selalu menghabiskan waktu membaca di kamar yang membuat otak jeniusnya berfungsi. tentang sahabat???dia tidak memilikinya karena sahabat satu satunya tewas di depan matanya, tapi tewasnya dia selalu di sisinya sampai sekarang" "kalian tak bisa menggangguku lagi, sudah ku peringatin atau nyawa kalian taruhannya" oirililly evy
All Rights Reserved
#1
tewas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Trust
  • Hearthless.
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • Crazy Without You
  • ERLENA
  • AUDREY
  • ||END|| Obssession Psycho (21+)
  • From Ghesya To Esya
  • KEPERGIAN SENJA
Trust

Hidupnya indah, pada masanya. Satu masalah datang membuatnya bertransformasi menjadi dia yang lain, yang tak dikenal dan tak mau dikenal. Hidupnya berubah hitam, monoton, tak bergairah. Namun, ketika muncul setitik harapan cerah yang datang untuk membantunya kembali bangkit, hal lain muncul. Ragu itu muncul ketika harus dihadapkan pada kata percaya. Percaya untuk percaya dengan ketulusannya, atau tidak percaya karena banyak asumsi buruk yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika ketulusan itu hanyalah kepalsuan? Ketika ia percaya, hanyalah penyesalan yang tercipta. Namun, bagaimana jika sebaliknya, ketulusan itu benar-benar sebuah ketulusan? Namun, pada kenyataannya ia masih berada di antara keduanya. Berpikir antara ya dan tidak, antara percaya dan tidak percaya. Terpaku pada garis yang sama, dengan satu ragu untuk memilih jalan yang mana. Ia tak mau salah untuk memilih. Lagi. Karena terakhir kali ia percaya, yang dipercayai mengkhianatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines