
Bagiku hutan pinus di pinggiran kota Yogyakarta, tidak akan se-istimewa ini jika bukan kamu yang membawaku kesana. Lalu titik nol yang semula hanya perempatan biasa, kini menjadi salah satu saksi kita berjalan beriringan. Dua diantara banyak manusia. Pantai di Timur dan Selatan Jogja, menyaksikan bagaimana aku dan kamu menebar tawa hingga senja. "Besok aku jemput, kita ke kampus bareng ya, sayang?" Ajakmu setelah mengantarku pulang. Ya, hari itu aku dan kamu resmi menjadi kita. Hari berikutnya, ceritaku dipenuhi oleh kamu dan kamu. Tapi aku tidak pernah bosan untuk bercerita, entah kalau kamu. Yang aku tau selanjutnya, nama kamu mulai jarang muncul di notifikasi ponselku. Kabarmu seringkali tidak terdengar sampai telingaku. Candaanmu tidak lagi ada untuk menciptakan tawa. Dan akupun tau, kamu berubah. "Kalau kamu bosan, tolong bilang. Biar aku tau kapan harus berhenti." Ucapku lirih. Aku tidak akan menunggu jawabanmu. Itu penyataan, bukan pertanyaan. Aku sudah teramat lelah tanyaku selalu kau acuhkan. - Keenaya, tahun ketiga bersamamuTodos os Direitos Reservados
1 capítulo