5 YEARS

5 YEARS

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 11, 2019
Bagiku hutan pinus di pinggiran kota Yogyakarta, tidak akan se-istimewa ini jika bukan kamu yang membawaku kesana. Lalu titik nol yang semula hanya perempatan biasa, kini menjadi salah satu saksi kita berjalan beriringan. Dua diantara banyak manusia. Pantai di Timur dan Selatan Jogja, menyaksikan bagaimana aku dan kamu menebar tawa hingga senja. "Besok aku jemput, kita ke kampus bareng ya, sayang?" Ajakmu setelah mengantarku pulang. Ya, hari itu aku dan kamu resmi menjadi kita. Hari berikutnya, ceritaku dipenuhi oleh kamu dan kamu. Tapi aku tidak pernah bosan untuk bercerita, entah kalau kamu. Yang aku tau selanjutnya, nama kamu mulai jarang muncul di notifikasi ponselku. Kabarmu seringkali tidak terdengar sampai telingaku. Candaanmu tidak lagi ada untuk menciptakan tawa. Dan akupun tau, kamu berubah. "Kalau kamu bosan, tolong bilang. Biar aku tau kapan harus berhenti." Ucapku lirih. Aku tidak akan menunggu jawabanmu. Itu penyataan, bukan pertanyaan. Aku sudah teramat lelah tanyaku selalu kau acuhkan. - Keenaya, tahun ketiga bersamamu
All Rights Reserved
#83
yogyakarta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A New Beginning
  • Regards, Natashira (END)
  • Semu [Completed]
  • BAGAIMANA MALAM INI? KAMU SUKA? [END]
  • Ku Relakan Segalanya.!!
  • Intentional Accident [Completed]
  • Pengganti  [END]
  • Alexa
  • YUDHISTIRA ✔️

Hidup yang dirasa sudah cukup happy bagi seorang adelia dengan menjadi budak corporate, punya keluarga yang suport, dan teman-teman yang selalu menghiburnya Tapi tidak dengan urusan percintaan, adelia selalu menghindari hal-hal yang berbau asmara. cukup menjadi pelajaran dimasa lalunya. Namun hal tersebut yang menajadi bahan bercandaan bagi teman-temannya dan ajang pencarian jodoh untuknya. " del, tadi ada yang liatin lo terus tau" "mana mana" bukan adelia yang menjawab namun teo yang terlebih dulu menyahut, "isshh, mulai keponya" timpal clara "siapa tau jodohnya si adel" "bener tuh kata si teo" balas clara adelia yang tidak berhenti memandang sosok di depannya yang berjalan tegap dengan kedua tangan dimasukan kedalam saku celananya, tatapan dengan sorot mata yang teduh itu sedang menatapnya. Tatapan dengan mata coklat indah yang mampu menenangkan sekaligus meluruhkan setiap yang memandangnya. "how are you adelia?" sapa orang tersebut tersebut Adelia yang hanya mematung menatap seseorang di depannya seperti tidak percaya akan bertemu kembali dengan dia serta mendengar suaranya. Apa dia akan meluruhkannya lagi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines