Story cover for D R E A M by dhiiiiaz
D R E A M
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
Complete, First published Apr 05, 2019
Mature
Altair Ashoka D'avin
          Lelaki muda dengan perawakan yang sungguh sempurna,mata nya yang berwarna biru 
     gelap,hampir hitam,rambut yang hitam legam,memiliki badan tinggi, gagah,dan kuat,sangat 
                                                                               sangat atletis
Tetapi siapa sangka cowok yang hampir memiliki wajah sempurna ini memiliki beban yang benar 
                                                         benar berat untuk ia tanggung seorang diri
       Dimulai dengan dirinya yang tidak pernah mencicipi sedikitpun kasih sayang kedua orang 
             tuanya,lalu cinta pertama nya yang meninggal bersama selingkuhan perempuan itu
                                 Lalu datang seorang perempuan yang sangat sangat ia benci

                                                                                Castiella Ash Shinta
perempuan cantik dengan tubuhnya yang mungil,mata biru terang nya yang menyilaukan,rambut 
           lebat nan panjang miliknya,datang untuk menjadi benda pelampiasan dendam seorang 
                     Ashoka,adik dari Rama,orang yang telah merebut cinta pertama nya, Audrey
                           Lalu berlanjut dengan keluarga Ash yang tidak bisa menerima Shinta?
              Bagaimana dengan pertunangan paksa yang direncanakan karena bisnis ayah nya?
Bagaimana dengan abang nya yang ternyata mempunyai rasa terhadap gadis yang sudah ia klaim 
                                                                                 sebagai miliknya?
All Rights Reserved
Sign up to add D R E A M to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
My Name Is Erwinda by Ka_Erwin
11 parts Complete
"Ayah!" ujar gadis kecil dipelukan Danu. "Aku sayang, Ayah!" ucapnya lagi, dan kali ini Danu benar-benar terharu. Baru kali ini ia dipanggil dengan sebutan Ayah di umurnya yang hampir kepala tiga. Danu mempercepat langkahnya menuju puskesmas terdekat, mengingat gadis itu sudah banyak kehabisan darah, lemas. Saat tiba di depan gedung putih dengan papan nama 'Puskesmas' yang terpasang di bangunan itu, gadis kecil tersebut tidak sadarkan diri lagi hingga ditangani oleh Dokter yang datang dari kota. "Apa anda ayahnya?" tanya sang Dokter usai memeriksa keadaan gadis malang itu. "Hm, a--aku... Aku bukan ayahnya ataupun keluarganya." jawab Danu. "Keponakan saya menemukannya di hutan saat kami mencari kayu bakar!" sambungnya takut dikira penculik apalagi pembunuh oleh orang lain, sungguh ia tak sekejam itu. "Oh, baiklah ikut ke ruangan saya!" Dokter menjelaskan bahwa gadis yang ia temukan itu sekarang sudah membaik, ia sangat bersyukur Danu membawanya tepat waktu kalau tidak mungkin nyawanya sudah melayang. ____ "Aku Arin, namamu siapa?" tanya keponakan Danu pada gadis yang baru pertama kali ia bawa berkeliling semenjak gadis itu dirawat. Gadis itu hanya terdiam, karena sudah lama menunggu uluran tangannya diterima Arin segera menurunkannya. Gadis itu nampak bingung, yang ia ingat hanyalah ayah. Padahal yang ia panggil ayah bukanlah ayahnya, sungguh prihatin. "Erwinda, namamu Erwinda." ucap Danu membuat semua tercengang, termasuk Dani adiknya. "Istrimu, itukan nama istrimu," ujar Arum adik iparnya itu. "Ya, kurasa nama itu cocok untuknya!" senyum kini terlukis di wajah Danu, sebelumnya hanya ekspresi datar yang ia tunjukkan setelah kepergian Erwinda istrinya. Gadis Itupun ikut tersenyum, sepertinya ia menyukai nama yang diberikan kepadanya.
BASTARD prince (Paxton seri 1) by Arthemis14
61 parts Complete Mature
sengatan rasa sakit lutut Cecillia Raven justru yang membuatnya sadar bahwa dirinya belum mati setelah terdengar letusan senjata api itu. Cecillia tau dirinya harus mati dan dia tidak akan menghidar, tapi yang mengejutkan adalah tubuh besar yang menerjangnya untuk menyelamatkannya kini. basah kuyup di bawah guyuran hujan dengan luka di pundaknya akibat peluru itu, Dante Paxton--pangeran bajingan--melindunginya. kenapa? "dasar bodoh, kenapa kau bisa berada disini?" "karena aku harus mati, begitu kan?" ucap Cecillia pelan membuat Dante terdiam cukup lama dan hanya menatap mata Cecillia. "tatap aku Cille dan katakan dari mana kau tau semua itu?" Cecillia terisak, melepaskan semua perasaannya yang selama ini di pendamnya pada bajingan itu. "karena aku sudah tidak tahan lagi. aku mencintaimu, setiap malam aku menunggumu pulang, aku berusaha menjadi wanita yang kau inginkan. tapi kau menginginkan Lady Tattianna. apa lagi yang bisa kulakukan saat kau berselingkuh dengannya? aku tidak bisa terus bertahan diistanah megah itu dalam kekosongan. kau yang berselingkuh, aku ingin bercerai karenanya, tapi aku yang harus mati. kenapa? hanya karena aku orang biasa yang tidak punya hak mencoreng nama baik kerajaanmu?" bentak Cecillia membuat mata Dante menggelap karena marah. tangan besar Dante mencengkeram lengan Cecillia dan memaksa Cecillia untuk menatapnya. "bukankah kau juga tau soal ini? memangnya apa yang kau pikir terjadi pada bibi Letty mu?" tanya Cecillia sinis membuat Dante memucat. bibi Letty kesayangannya, mati dalam kecelakaan. tapi sekarang Dante tidak yakin lagi. Dante mengguncang bahu Cecillia, "ikut aku dan akan kubunuh siapapun yang berani menyakiti istriku" "persetan denganmu, bajingan. pergi dari hadapanku" tepis Cecillia dengan berdiri dan berlari menembus malam. Cecillia tidak takut jika ada seorang penembak jitu yang menantinya, dia hanya takut patah hati pada Dante yang akan membunuhnya.
You may also like
Slide 1 of 8
My Name Is Erwinda cover
I Love My Little Sister cover
Just Love cover
My Perfect Doll cover
Benci And Cinta (On Going) cover
BASTARD prince (Paxton seri 1) cover
Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan cover
Ketika Kuhadirkan Dia cover

My Name Is Erwinda

11 parts Complete

"Ayah!" ujar gadis kecil dipelukan Danu. "Aku sayang, Ayah!" ucapnya lagi, dan kali ini Danu benar-benar terharu. Baru kali ini ia dipanggil dengan sebutan Ayah di umurnya yang hampir kepala tiga. Danu mempercepat langkahnya menuju puskesmas terdekat, mengingat gadis itu sudah banyak kehabisan darah, lemas. Saat tiba di depan gedung putih dengan papan nama 'Puskesmas' yang terpasang di bangunan itu, gadis kecil tersebut tidak sadarkan diri lagi hingga ditangani oleh Dokter yang datang dari kota. "Apa anda ayahnya?" tanya sang Dokter usai memeriksa keadaan gadis malang itu. "Hm, a--aku... Aku bukan ayahnya ataupun keluarganya." jawab Danu. "Keponakan saya menemukannya di hutan saat kami mencari kayu bakar!" sambungnya takut dikira penculik apalagi pembunuh oleh orang lain, sungguh ia tak sekejam itu. "Oh, baiklah ikut ke ruangan saya!" Dokter menjelaskan bahwa gadis yang ia temukan itu sekarang sudah membaik, ia sangat bersyukur Danu membawanya tepat waktu kalau tidak mungkin nyawanya sudah melayang. ____ "Aku Arin, namamu siapa?" tanya keponakan Danu pada gadis yang baru pertama kali ia bawa berkeliling semenjak gadis itu dirawat. Gadis itu hanya terdiam, karena sudah lama menunggu uluran tangannya diterima Arin segera menurunkannya. Gadis itu nampak bingung, yang ia ingat hanyalah ayah. Padahal yang ia panggil ayah bukanlah ayahnya, sungguh prihatin. "Erwinda, namamu Erwinda." ucap Danu membuat semua tercengang, termasuk Dani adiknya. "Istrimu, itukan nama istrimu," ujar Arum adik iparnya itu. "Ya, kurasa nama itu cocok untuknya!" senyum kini terlukis di wajah Danu, sebelumnya hanya ekspresi datar yang ia tunjukkan setelah kepergian Erwinda istrinya. Gadis Itupun ikut tersenyum, sepertinya ia menyukai nama yang diberikan kepadanya.