Panggil Aku, Mey (Completed)

Panggil Aku, Mey (Completed)

  • WpView
    GELESEN 1,342
  • WpVote
    Stimmen 346
  • WpPart
    Teile 17
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Fr., Juni 28, 2019
Ada begitu banyak pertanyaan yang tersimpan rapi dalam pikiran dan berusaha kutemukan sendiri jawabannya. Enggan rasanya membagikan apa yang kualami pada siapapun, mereka semua menyebalkan bagiku. Sejak kecil, aku terlatih untuk melakukan segala sesuatu secara mandiri. Tetapi, sesuatu telah mengubah seluruh hidupku. "Pada akhirnya aku memahami bahwa tidak semua harapan akan menjadi kenyataan dan tidak semua keinginan adalah kebutuhan" -Meylia
Alle Rechte vorbehalten
#61
ceritahidup
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • The Bleeding Lady [completed]
  • mengapa aku dilahirkan
  • ANDROMEDA (TAMAT)
  • AFKARA [END]
  • Scars To Your Beautiful {END}
  • Adek Abang || END
  • R I N D U
  • The Silence That Shaped Me
  • PENGALAMAN KU, KISAH DIA

Ia tak pernah meminta hidup yang sunyi. Namun sejak kecil, ia diajari bahwa diam adalah satu-satunya cara untuk bertahan. Seorang perempuan dinikahkan oleh ayahnya dengan anak angkat yang tak pernah merasa memiliki siapa pun. Pernikahan mereka bukan tentang cinta, melainkan tentang kewajiban, dendam, dan luka yang diwariskan tanpa permisi. Laki-laki itu tak pernah mencintainya. Bahkan, tak pernah mencoba. Yang ia lihat hanyalah sosok yang mewakili masa lalu yang ingin ia lupakan, bayangan dari keluarga yang membuatnya merasa asing seumur hidup. Malam-malam perempuan itu dipenuhi dingin. Bukan hanya dari tubuh yang menjauh, tapi dari kemarahan yang tak ia pahami. Namun dalam sunyi yang dipaksakan, ia tetap bertahan. Mencoba belajar mencintai dalam diam. Menanti entah untuk disembuhkan, atau perlahan dilenyapkan. Kisah sunyi tentang hati yang tak pernah dipilih, dan luka yang terlalu dalam untuk disuarakan.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien